Bupati Lotim: Cegah Kekerasan di Pesantren Harus Jadi Gerakan Bersama

- Penulis

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokusperistiwanews.com – Lombok Timur – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan perlindungan terhadap santri harus menjadi perhatian seluruh unsur pesantren. Menurutnya, lembaga pendidikan Islam tidak cukup hanya menghasilkan santri yang berpengetahuan luas, tetapi juga harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung adab, akhlak, dan rasa aman.

Penegasan itu disampaikan Haerul saat membuka kegiatan bedah buku Pandu Thohir Yasin Menolak Kekerasan di Pesantren yang berlangsung di Gedung Rektorat Ma’had Aly Thohir Yasin, Senin (5/10/2026).

Haerul menilai pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Pelajaran agama dan pengetahuan umum hanyalah bagian dari proses tersebut. Di dalamnya terdapat pula pembinaan kedisiplinan, moral, etika, dan cara berinteraksi dengan orang lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, ia meminta setiap bentuk kekerasan tidak diberi ruang dalam kehidupan pesantren. Menurutnya, tindakan yang mungkin dianggap sebagai candaan atau kebiasaan sehari-hari tetap perlu diperhatikan apabila berpotensi merendahkan, menyakiti, atau mengganggu psikologis santri.

Bupati memberikan penghargaan kepada Ma’had Aly Thohir Yasin yang memilih mengangkat isu tersebut melalui sebuah buku. Ia menilai penerbitan buku tentang penolakan kekerasan menunjukkan adanya kepedulian untuk membangun kesadaran bersama di lingkungan pendidikan.

Menurut Haerul, langkah tersebut juga dapat menjadi contoh bagi pondok pesantren lainnya di Lombok Timur. Ia berharap pembahasan mengenai pencegahan kekerasan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus dikembangkan melalui edukasi dan penerapan di masing-masing lembaga.

Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan bahwa ajaran Islam menempatkan penghormatan terhadap sesama sebagai bagian penting dalam kehidupan. Ia mengutip pesan dari Surah Al-Baqarah mengenai larangan melampaui batas dan mengaitkannya dengan pentingnya menjaga perilaku terhadap orang lain.

Ia pun mengingatkan bahwa perundungan, penghinaan, olok-olokan, pelecehan, cacian, maupun kekerasan fisik dan verbal bertentangan dengan nilai pendidikan yang seharusnya diterapkan di pesantren.

Haerul menyebut kepercayaan orang tua merupakan amanah yang harus dijaga. Anak-anak yang dititipkan di pesantren diharapkan memperoleh ilmu sekaligus mengalami proses pembentukan karakter dalam suasana yang sehat.

“Orang tua menitipkan anaknya dengan harapan mendapat pendidikan yang utuh. Karena itu, adab, akhlak, dan cara menghargai sesama juga harus menjadi bagian dari pembelajaran,” ujar Haerul.

Ia turut mengapresiasi Joko Jumadi selaku penulis buku tersebut. Haerul berharap karya itu dapat menjadi bahan refleksi sekaligus panduan bagi seluruh pihak yang berhubungan langsung dengan kehidupan santri.

Lebih dari sekadar membaca, ia meminta isi buku diterapkan dalam aktivitas keseharian. Pengurus pesantren, guru, ustaz dan ustazah, santri, hingga wali santri dinilai perlu memahami pesan yang terkandung di dalamnya.

“Jangan sampai buku hanya selesai dibaca lalu disimpan. Isinya harus dipahami dan dibuktikan dalam tindakan nyata,” tegasnya.

Haerul juga menilai forum bedah buku tersebut memiliki nilai penting karena menghadirkan narasumber yang dinilai kompeten. Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan dan perlindungan bagi santri.

Ia mengaku langsung memilih hadir setelah melihat selebaran kegiatan. Menurutnya, tema yang dibahas memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.

Ke depan, Haerul berharap kegiatan serupa dapat digelar di lebih banyak pesantren di Lombok Timur. Dengan demikian, kesadaran untuk mencegah kekerasan dapat berkembang menjadi komitmen bersama, bukan hanya menjadi perhatian satu lembaga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Lombok Timur, Ketua Yayasan, para tuan guru, jajaran pengurus Thohir Yasin, ustaz dan ustazah, perwakilan Kementerian Agama, serta para santri.(red)

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPP Hulu Balang LAM Riau: “Selamat HUT TNI Ke-81, Semoga TNI Selalu Bersama Rakyat”
Distan Lotim Waspadai Musim Hujan Mundur, Sumber Air Sawah Mulai Diperkuat
Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian, KPA Sagoe Manggamat Salurkan Bantuan Dana Kas kepada 315 Anggota
Matangkan Persiapan TKA, LPKA Tenggarong Koordinasi dengan SMAN 1 Tenggarong
Babinsa Koramil 0906-01 Pimpin Upacara di LPKA Tenggarong, Tanamkan Semangat Kebangsaan kepada Anak Binaan
Tim Investigasi Pastikan Gudang Minyak Non-Subsidi di Tenayan Raya Tak Lakukan Pengoplosan BBM
Siapa kah di balik cafe ktv nova? Sehingga bebasnya aktivitas lendir yang membahayakan generasi penerus. Apakah ada oknum oknum tertentu di balik itu?
Pastikan Keamanan dan Pelayanan Tetap Optimal, Kepala LPKA Tenggarong Laksanakan Kontrol Keliling di Hari Libur
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:41 WIB

DPP Hulu Balang LAM Riau: “Selamat HUT TNI Ke-81, Semoga TNI Selalu Bersama Rakyat”

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Bupati Lotim: Cegah Kekerasan di Pesantren Harus Jadi Gerakan Bersama

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Distan Lotim Waspadai Musim Hujan Mundur, Sumber Air Sawah Mulai Diperkuat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian, KPA Sagoe Manggamat Salurkan Bantuan Dana Kas kepada 315 Anggota

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Babinsa Koramil 0906-01 Pimpin Upacara di LPKA Tenggarong, Tanamkan Semangat Kebangsaan kepada Anak Binaan

Berita Terbaru