Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TENGAH — Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 menunjukkan perkembangan dalam pengelolaan arus pengunjung. Di tengah kehadiran 157.875 penonton selama 9–11 Oktober 2026, pengaturan lalu lintas dan keamanan di sekitar Pertamina Mandalika International Circuit dinilai berjalan lebih baik. Upaya tersebut mendapat apresiasi dari ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) kepada jajaran Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).
Jumlah penonton yang datang tahun ini melampaui estimasi awal pengelola kawasan. ITDC sebelumnya memperkirakan sekitar 145.000 pengunjung, sedangkan realisasinya mencapai 157.875 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat sekitar 140.000 penonton.
Besarnya antusiasme masyarakat menjadi ujian bagi kesiapan berbagai pihak dalam mengatur pergerakan kendaraan dan manusia di kawasan sirkuit. Kepadatan akses, kebutuhan parkir, serta arus kedatangan dan kepulangan penonton menjadi aspek yang perlu ditangani secara terkoordinasi agar tidak mengganggu jalannya kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Pajar, mengapresiasi dukungan Kapolda NTB bersama personel kepolisian selama berlangsungnya ajang balap internasional tersebut. Ia menilai pelaksanaan MotoGP tahun ini berjalan lancar, sementara kendala yang muncul relatif kecil.
Ahmad juga berharap hubungan kerja antara ITDC dan Polda NTB dapat terus diperkuat. Menurutnya, koordinasi yang berkelanjutan diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan di Mandalika, terutama ketika jumlah pengunjung semakin meningkat.
Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah perubahan dalam penanganan kerumunan. Pengalaman pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022 menjadi pengingat bahwa tingginya jumlah penonton dapat menimbulkan persoalan mobilitas. Saat itu, kepadatan membuat perjalanan kaki menuju Masjid Nurul Bilad terasa panjang bagi sebagian pengunjung.
Pengalaman tersebut menjadi pembanding untuk melihat perkembangan pengelolaan penonton saat ini. Dengan jumlah pengunjung yang lebih besar pada 2026, pergerakan massa dinilai semakin teratur. Kondisi ini menunjukkan pentingnya perencanaan arus pengunjung agar akses menuju maupun keluar dari kawasan sirkuit tetap berfungsi dengan baik.
Chairman MotoGP, Troy Reza Waroka, turut memberikan penilaian positif terhadap pengamanan yang dilakukan aparat. Ia menyebut potensi kemacetan besar yang sempat dikhawatirkan tidak terjadi. Selain itu, kondisi keamanan selama kegiatan berlangsung dinilai relatif kondusif dengan kejadian kriminal yang sangat minim.
“Alhamdulillah tidak terjadi, semua tertata, semua bisa bergerak. Terus kemudian juga yang paling penting relatif aman, tidak ada hal-hal yang membahayakan, itu sudah menjadi sebuah prestasi,” kata Troy.
Apresiasi dari ITDC dan MGPA menegaskan pentingnya peran kepolisian dalam mendukung penyelenggaraan olahraga berskala internasional. Keberhasilan acara tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sirkuit, tetapi juga oleh kemampuan mengelola mobilitas pengunjung serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Meski pelaksanaan tahun ini dinilai positif, pertambahan jumlah penonton tetap menuntut evaluasi berkelanjutan. Kesiapan jalur transportasi, pengaturan parkir, akses keluar-masuk kawasan, dan pengelolaan kerumunan perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Bagi Mandalika, meningkatnya jumlah pengunjung menjadi peluang sekaligus tantangan untuk mempertahankan kualitas penyelenggaraan. Kerja sama antara kepolisian, pengelola kawasan, dan penyelenggara diharapkan terus ditingkatkan agar ajang mendatang dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh penonton.(red)














Komentar