Ratusan Demonstran Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Pertamina Makassar

- Penulis

Senin, 14 September 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokus peristiwa News.Com| Makassar//Senin,14 September 2026

Akibat kelangkaan dan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sulsel khususnya di Kota Makassar selama beberapa hari terakhir.

Ratusan demonstran yang terdiri dari buruh, mahasiswa, hingga warga sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (14/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilokasi menunjukkan massa aksi mulai mendatangi dan menggeruduk kantor Pertamina sejak pukul 15.00 Wita. Berbagai bendera organisasi mahasiswa yang tergabung dalam koalisi, serta seragam serikat buruh, membentang di tengah kerumunan.

Para demonstran menyuarakan kekecewaan mendalam atas memburuknya tata kelola distribusi BBM yang dinilai sangat merugikan masyarakat, khususnya kelompok pekerja.

Kondisi di lapangan sempat memanas menjelang sore hari. Awalnya, ratusan massa menggelar orasi secara bergantian di depan pintu gerbang utama. Namun, karena tidak kunjung ditemui oleh pimpinan Pertamina, kekecewaan massa memuncak hingga terjadi aksi saling dorong dengan petugas keamanan.

Akibatnya, pagar besi kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi roboh diterobos massa. Ratusan demonstran kemudian berhasil melangsek masuk dan menduduki area halaman dalam kantor.

Dalam orasinya, perwakilan buruh menyoroti dampak langsung dari kelangkaan BBM terhadap mata pencaharian mereka sehari-hari. “Kami datang ke sini untuk mempertanyakan narasi panic buying yang dikeluarkan Pertamina.

Akibat antrean panjang yang membuat kami harus mengantre berjam-jam di SPBU, pekerjaan kami menjadi terhambat dan pendapatan menurun drastis,” kata salah satu orator perwakilan buruh Makassar di atas mobil komando.

Setelah halaman kantor diduduki beberapa jam, perwakilan manajemen Pertamina akhirnya keluar untuk menemui massa aksi. Senior Officer Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Ridho, memberikan penjelasan langsung di hadapan kerumunan demonstran.

Ridho menegaskan bahwa pihak Pertamina telah mengevaluasi dinamika yang terjadi di lapangan dan mengklarifikasi peryataan sebelumnya terkait situasi konsumsi masyarakat.

“Mengenai peryataan panic buying sudah kami cabut. Persoalan antrean ini sudah ditangani secara intensif dengan langkah-langkah konkret yang berjalan 24 jam. Pasokan dan stok BBM ke SPBU juga telah kami tambah hingga 30 persen dari kuota normal,” ujar Ridho di hadapan massa.

Meski tanggapan awal telah disampaikan oleh perwakilan Pertamina, massa aksi menolak untuk membubarkan diri.

Penjelasan tersebut dinilai belum menjawab tuntutan utama mereka, yakni evaluasi mendasar terhadap jajaran pimpinan tertinggi di wilayah Sulawesi.

Selain menuntut keterbukaan data ketersediaan dan alokasi BBM secara transparan, massa menegaskan agar General Manager (GM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi turun secara langsung menemui mereka, sekaligus menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral atas krisis distribusi yang terjadi.

Hingga pukul 18.00 Wita, ratusan demonstran masih bertahan dan menduduki area halaman kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Mereka menegaskan tidak akan meninggalkan lokasi sampai GM Pertamina hadir menemui massa dan memberikan kepastian penyelesaian krisis BBM di Sulawesi Selatan.

Editor :(*M.Fatahillah)
((((Robby.R))))

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru