Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

- Penulis

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokus peristiwa News.Com| PEKAN BARU, RIAU —06 NOVEMBER 2026

Bau busuk dugaan penyelewengan anggaran di lingkungan Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Dumai akhirnya terbongkar. Ketua DPD LSM MAUNG Provinsi Riau secara resmi meminta klarifikasi terbuka kepada Ketua DPRD Kota Dumai terkait laporan masyarakat tentang dugaan penggelapan anggaran fasilitas penunjang pimpinan yang diduga telah berlangsung sejak awal masa jabatan.

Laporan yang masuk ke meja DPD LSM MAUNG sangat spesifik dan mencengangkan. Negara telah menganggarkan fasilitas pendukung rumah jabatan Ketua DPRD secara lengkap, namun fakta di lapangan berbanding terbalik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

FAKTA DI ATAS KERTAS VS FAKTA DI LAPANGAN

Berdasarkan dokumen anggaran dari Sekwan, untuk rumah jabatan Ketua DPRD dianggarkan:

1. 2 Orang Petugas Keamanan Rumah
2. 2 Orang Asisten Rumah Tangga (ART)

Namun, hasil penelusuran dan laporan warga yang diterima LSM MAUNG menyebutkan.

REALITA DI LAPANGAN: Hanya ada 1 Petugas Keamanan dan 1 ART yang benar-benar bekerja.

Lalu kemana gaji 2 orang sisanya?

Ketua DPD LSM MAUNG Provinsi Riau mengungkapkan dugaan modus yang sangat rapi:

“Dari laporan yang kami terima, Sekwan tetap menggaji 2 orang petugas keamanan dan 2 orang ART. Namun, 1 nama petugas keamanan dan 1 nama ART diduga fiktif.

Gajinya tetap cair setiap bulan, tapi masuk ke kantong pribadi oknum pimpinan,” tegas Ketua DPD LSM MAUNG Riau dalam keterangannya.

Lebih ironis lagi, 1 ART yang digaji oleh negara tersebut diduga kuat adalah ibu mertua dari Ketua DPRD itu sendiri, yang sudah dipekerjakan sejak awal beliau menjabat sebagai Ketua.

RINCIAN ALIRAN DANA YANG DIDUGA DISELEWENGKAN:

1. Gaji 1 Petugas Keamanan Rumah Jabatan: Rp 1,7 Juta / bulan (ditransfer dari Sekwan melalui Bank Riau)
2. Gaji 1 Asisten Rumah Tangga: Rp 1,4 Juta / bulan

Total dugaan penyelewengan mencapai Rp 3,1 Juta setiap bulan. Jika dikalkulasikan sejak awal masa menjabat, maka kerugian negara ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

“Ini bukan lagi soal kecil. Ini soal integritas. Fasilitas negara untuk menunjang kinerja pimpinan, bukan untuk menghidupi keluarga dan memperkaya diri. Jika 1 ART itu benar adalah mertua beliau yang digaji negara, itu jelas konflik kepentingan dan penyalahgunaan wewenang,” tambahnya. Jumat (06/11/26).

TUNTUTAN DPD LSM MAUNG PROVINSI RIAU:

1. Mendesak Ketua DPRD Kota Dumai untuk segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik dalam waktu 3×24 jam.

2. Mendesak Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Dumai untuk membuka secara transparan data penerima gaji fasilitas penunjang pimpinan Ketua DPRD.

3. Meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Riau dan Polda Riau untuk turun melakukan penyelidikan atas dugaan Tindak Pidana Korupsi ini.

4. Mendesak Badan Kehormatan DPRD untuk memeriksa etika Ketua DPRD.

“Kami dari LSM MAUNG tidak akan diam. Jika tidak ada klarifikasi, kami akan menggelar aksi massa besar-besaran di depan Gedung DPRD Kota Dumai dan melaporkan kasus ini secara resmi ke Kejati Riau. Hukum harus tegak, tidak pandang bulu,” tutupnya

Publisher : TIM /RED
Penulis : TIM MAUNG RIAU
Ket Foto : ILustrasi (Ist)

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Operasi Patuh Rinjani 2026, Polda NTB Fokus Tekan Risiko Kecelakaan di Kota Mataram
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru