LSM KCBI Kecam Kades Sirnarasa: 6 Tahun Biarkan Warga Lumpuh Membusuk, Oknum RT Malah Pungli BPJS Rp1,5 Juta

- Penulis

Selasa, 22 September 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokus peristiwa News.Com| Bogor

Bobroknya kontrol sosial dan matinya nurani pelayanan publik di Kabupaten Bogor kembali menganga lebar. Seorang anak di Kampung Dukut RT 01/RW 01, Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, dipaksa ‘pasrah’ membusuk di atas tempat tidur selama enam tahun tanpa penanganan medis yang layak. Penderitaan panjang ini kian menyayat hati setelah keluarga korban diduga menjadi sasaran pemerasan bertopeng pengurusan BPJS Kesehatan oleh oknum pengurus RT setempat.

Awalnya, anak tersebut menderita kejang hebat (step) di masa kecilnya. Ketiadaan intervensi medis berkelanjutan membuat saraf dan fisiknya lumpuh total hingga menghentikan seluruh aktivitas kehidupannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Skandal kemanusiaan ini memicu kemarahan mendalam dari Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (LSM KCBI) Bogor/Bekasi, A. Marpaung. Dengan nada keras, ia mengutuk ketidakpedulian jajaran aparatur desa yang terkesan membiarkan warganya menderita bertahun-tahun.

“Ini bukan sekadar kelalaian, ini adalah bentuk kejahatan pembiaran! Kepala Desa Sirnarasa benar-benar buta nurani dan tuli terhadap jeritan warganya sendiri. Enam tahun seorang anak lumpuh tanpa tersentuh fasilitas kesehatan negara, ke mana saja Pemerintah Desa?!” tegas A. Marpaung dengan nada sengit.

Investigasi Lsm Kcbi: ‘Diduga Peras’ Keluarga Miskin Rp1,5 Juta

Kekejaman di Desa Sirnarasa tak berhenti pada sikap tak peduli sang Kades. Hasil investigasi mendalam tim LSM KCBI bersama media membongkar dugaan praktik pungutan liar (pungli) bernilai fantastis yang memanfaatkan keputusasaan keluarga korban.

Di tengah kondisi ekonomi yang porak-poranda, keluarga korban sempat dimintai uang sebesar Rp1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) oleh oknum Ketua RT setempat. Modusnya adalah janji manis penerbitan kartu BPJS/KIS agar sang anak bisa dirawat di rumah sakit. Namun ironis, hingga hari ini, uang jutaan rupiah itu ludes, sementara kartu BPJS yang dijanjikan tak pernah ada di tangan keluarga.

“Keluarga korban sudah jatuh tertimpa tangga, malah diperas oleh oknum RT! Ini tindakan biadab yang tidak bisa ditoleransi. LSM KCBI menegaskan, kasus ini tidak boleh berhenti di permintaan maaf. Kami mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Polres Bogor segera menangkap dan memeriksa oknum RT yang diduga melakukan pungli ini!” cercar A. Marpaung.

Desak Tindakan Darurat dan Pengawalan Hukum

LSM KCBI mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas Tanjungsari untuk segera turun ke lokasi melakukan tindakan darurat dan jemput bola medis terhadap anak tersebut.

LSM KCBI menegaskan akan mengawal kasus ini sampai tuntas—baik penanganan medis korban maupun proses hukum terhadap oknum pengurus lingkungan yang bermain di atas penderitaan rakyat kecil. (C)

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 10:23 WIB

Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas

Berita Terbaru