Sinergi Lombok Timur dan Lombok Barat Diperluas, Pangan hingga UMKM Jadi Fokus

- Penulis

Rabu, 30 September 2026 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TIMUR — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat menyatukan langkah untuk memperkuat kerja sama ekonomi antardaerah. Fokus kolaborasi tak hanya menyangkut peredaran komoditas pangan dan hortikultura, tetapi juga pengembangan potensi daerah, penguatan UMKM hingga ketahanan pangan.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan bersama di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (30/9/2026).

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyebut kerja sama tersebut dapat menjadi jembatan bagi kedua daerah untuk saling memenuhi kebutuhan dan memperluas pasar produk lokal. Menurutnya, potensi yang tersedia harus diikuti dengan sistem distribusi dan pemasaran yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lombok Timur memiliki basis pertanian yang cukup kuat. Sektor tersebut memberikan kontribusi 27,28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah, sehingga pengembangannya menjadi salah satu perhatian utama pemerintah.

Di tengah besarnya potensi tersebut, perubahan cuaca menjadi salah satu tantangan yang berpengaruh terhadap keberlangsungan produksi. Untuk mengantisipasinya, Pemkab Lombok Timur menyiapkan anggaran Rp1,5 miliar untuk pembangunan green house.

Fasilitas itu diarahkan menjadi sarana percontohan sekaligus tempat pembelajaran bagi petani dalam menerapkan pola budidaya yang lebih adaptif. Komoditas strategis seperti cabai turut menjadi perhatian karena pergerakan produksinya dapat berpengaruh terhadap kondisi inflasi.

Pemkab Lombok Timur juga memperkuat sisi hilir melalui BUMD Selaparang Agro. Badan usaha tersebut diharapkan dapat membantu menggerakkan bisnis pertanian, memperkuat rantai pasok, dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil produksi petani.

Haerul menilai hubungan dengan Lombok Barat masih memiliki ruang yang besar untuk dikembangkan. Kerja sama, menurutnya, tidak perlu terbatas pada persoalan pangan dan pengendalian inflasi, tetapi dapat diperluas ke sektor-sektor lain yang memiliki nilai ekonomi.

Salah satu bidang yang dinilai potensial adalah pariwisata. Lombok Barat yang memiliki pengalaman dalam mengembangkan sektor tersebut diharapkan dapat menjadi mitra pertukaran pengetahuan bagi Lombok Timur.

Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia mengatakan kolaborasi dua daerah seharusnya dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan mempelajari program yang telah berjalan di masing-masing wilayah.

Menurutnya, Lombok Barat telah mengalami perkembangan dalam sektor pariwisata. Namun, penguatan ketahanan pangan masih membutuhkan perhatian agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Sejumlah program di Lombok Timur pun menjadi perhatian Pemkab Lombok Barat, termasuk pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih serta pengelolaan potensi perikanan dan kelautan. Program-program tersebut dinilai dapat menjadi bahan pembelajaran untuk pengembangan sektor serupa di Lombok Barat.

Selain urusan pangan dan hortikultura, kesepakatan kedua kabupaten juga memuat agenda penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), peningkatan akses pangan bagi masyarakat, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan, melainkan berlanjut melalui program konkret yang mampu memperlancar distribusi, memperluas pemasaran produk daerah, serta memperkuat perekonomian masyarakat di kedua kabupaten.(red)

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru