Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali mencatatkan prestasi dalam pengembangan akses layanan keuangan masyarakat. Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Lombok Timur berhasil mempertahankan posisi terbaik di kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua pada ajang TPAKD Award 2026.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Capaian ini didukung oleh pendekatan pemerintah daerah yang mengembangkan akses keuangan melalui berbagai sektor. Mulai dari penyediaan modal bagi pelaku usaha, pengenalan produk keuangan syariah di pondok pesantren, hingga pembentukan kebiasaan menabung di kalangan pelajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sektor ekonomi produktif, Pemkab Lombok Timur menjalankan program Lotim Berkembang sebagai alternatif pembiayaan bagi masyarakat. Program Lombok Timur Berantas Rentenir melalui Kredit Tanpa Bunga tersebut mulai dilaksanakan pada 2020 untuk membantu peternak dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapatkan modal dengan skema tanpa bunga.
Program ini telah menjangkau 14.564 debitur dengan total pembiayaan lebih dari Rp170 miliar. Pemerintah daerah mengalokasikan subsidi yang nilainya melampaui Rp5,944 miliar untuk mendukung keberlangsungan kredit tersebut.
Penyaluran pembiayaan dilakukan melalui kolaborasi dengan BRI, BNI, BCA, dan Pegadaian. Kerja sama tersebut diperkuat dengan pendampingan usaha dari tahap awal hingga pengembangan. Dalam pelaksanaannya, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat sekitar 1,03 persen.
Perluasan akses finansial juga dilakukan melalui program Ekosistem Pondok Pesantren Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS). Inisiatif ini menghadirkan layanan keuangan syariah ke lingkungan pesantren, dengan produk yang mencakup pembukaan rekening, gadai, cicilan emas, serta tabungan emas.
Sementara itu, program Satu Pelajar Satu Rekening (KEJAR) menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pengelolaan keuangan kepada generasi muda. Di Lombok Timur, jumlah rekening pelajar telah mencapai 325.620 rekening dengan total tabungan lebih dari Rp77 miliar.
Besarnya jangkauan program tersebut menunjukkan bahwa pengembangan inklusi keuangan di Lombok Timur tidak hanya berorientasi pada akses permodalan. Edukasi keuangan dan pengenalan layanan perbankan juga menjadi perhatian untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih baik sejak dini.
Dalam Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pentingnya membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk menggunakan layanan keuangan. Menurut arah kebijakan yang disampaikan, petani, nelayan, pelaku UMKM, dan keluarga di berbagai pelosok perlu memperoleh peluang untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan kesejahteraan.
Presiden juga mengapresiasi penyaluran kredit rakyat yang telah mencapai sekitar Rp53 triliun dan dimanfaatkan oleh dua juta penerima. Pemerintah menargetkan nilai penyaluran hingga Rp400 triliun pada tahun mendatang, dengan sasaran sekitar 28 juta keluarga.
Dalam agenda nasional tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut meluncurkan Roadmap TPAKD 2026–2030. Peta jalan ini diharapkan menjadi acuan dalam memperkuat literasi keuangan dan memperluas jangkauan layanan finansial di berbagai daerah.
Bagi Lombok Timur, penghargaan yang kembali diraih menjadi dorongan untuk menjaga kesinambungan program sekaligus memperluas manfaatnya. Keberhasilan tersebut selanjutnya perlu diikuti dengan penguatan pendampingan, pengelolaan risiko pembiayaan, serta peningkatan pemahaman masyarakat agar akses keuangan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi perekonomian daerah.(red)














Komentar