Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TIMUR – Jilas FC berhasil mengakhiri persaingan Liga Gubuk Gempeng (LGG) Desa Sikur ke-19 dengan hasil manis. Menghadapi Permata FC dalam laga final pada Selasa (27/10/2026), Jilas FC keluar sebagai pemenang setelah mencatatkan skor 1-0.
Pertandingan berlangsung ketat sejak babak pertama. Kedua kesebelasan belum mampu menghasilkan gol hingga turun minum, sehingga kedudukan masih bertahan 0-0. Memasuki babak kedua, Jilas FC berhasil mencetak gol yang mengubah jalannya pertandingan sekaligus menjadi penentu kemenangan.
Permata FC mencoba membalas untuk mengejar ketertinggalan. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit Rian Kurniawan, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Jilas FC pun memastikan diri sebagai juara, sementara Permata FC finis di posisi kedua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menghadiri penutupan kompetisi tersebut bersama Ketua Askab PSSI Lombok Timur dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sikur.
Di hadapan masyarakat yang hadir, Haerul Warisin menyampaikan penghargaan kepada warga Desa Sikur yang secara konsisten menyelenggarakan turnamen tersebut hingga memasuki edisi ke-19. Menurutnya, keberlangsungan kegiatan ini mencerminkan semangat masyarakat dalam menjaga tradisi olahraga sekaligus membangun hubungan sosial yang positif.
Ia menilai Liga Gubuk Gempeng memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat. Selain menjadi ajang persaingan antarklub, kompetisi ini dapat menjadi sarana mempertemukan warga, menghadirkan hiburan, dan menumbuhkan minat terhadap sepak bola.
Untuk menjaga agar kegiatan tersebut tetap berlanjut, Haerul Warisin menyatakan akan memberikan dukungan material pada penyelenggaraan mendatang. Ia berharap kompetisi berikutnya dapat terlaksana lebih baik dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sikur.
Bupati juga menaruh perhatian pada keamanan selama perayaan kemenangan. Ia mengimbau pemain dan pendukung agar tetap menjaga sikap, tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban, serta berkoordinasi dengan aparat keamanan demi memastikan situasi tetap kondusif.
Penutupan LGG ke-19 menjadi momentum bagi masyarakat Desa Sikur untuk mempertahankan kegiatan olahraga yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi warga, turnamen ini diharapkan terus menjadi ruang bagi pengembangan sepak bola sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat di Lombok Timur.(red)














Komentar