Penilaian Posyandu Tingkat NTB Singgah di Rakam, Bupati Lombok Timur Dorong Perbaikan Layanan hingga Lingkungan

- Penulis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TIMUR – Posyandu Pelangi Rinjani di Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, menjadi lokasi penilaian Lomba Posyandu Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026, Kamis (29/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk mengevaluasi pelayanan berbasis masyarakat sekaligus mendorong pengembangan layanan yang lebih merata.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang hadir dalam kegiatan itu, menilai Posyandu memiliki posisi penting karena menjadi salah satu tempat masyarakat memperoleh layanan sekaligus menyampaikan kebutuhan mereka. Peran tersebut kini semakin luas, tidak hanya mencakup urusan kesehatan, tetapi juga bersinggungan dengan kegiatan sosial dan pelayanan publik lainnya.

Menurut Haerul Warisin, pemerintah membutuhkan dukungan pelayanan di tingkat bawah agar program yang direncanakan dapat menjangkau masyarakat secara langsung. Dalam hal ini, kader Posyandu menjadi bagian penting yang membantu menghubungkan kebutuhan warga dengan berbagai program pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengapresiasi para kader yang tetap aktif menjalankan pengabdian di tengah masyarakat. Berbagai kegiatan yang didukung Posyandu, seperti penyaluran bantuan, kebersihan lingkungan, dan pengobatan gratis, dinilai menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan lembaga tersebut.

Posyandu Pelangi Rinjani Rakam juga mendapat perhatian karena memberikan pelayanan kepada warga dari beragam kelompok usia, mulai dari balita hingga lanjut usia. Bupati berharap jangkauan pelayanan semacam ini terus dipertahankan dan ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Terkait kompetisi tingkat provinsi, Haerul Warisin meminta pengelola Posyandu tidak menjadikan penghargaan sebagai satu-satunya sasaran. Penilaian perlu dimanfaatkan untuk memperoleh masukan, mempelajari pengalaman daerah lain, serta menemukan bagian pelayanan yang masih harus dibenahi.

Pada kesempatan itu, ia turut meminta Lurah Rakam dan perangkat daerah terkait mengkaji kemungkinan pemekaran lingkungan di wilayah tersebut. Usulan ini berkaitan dengan upaya menyesuaikan pembagian wilayah kerja dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.

Haerul Warisin menilai pembagian tanggung jawab yang lebih proporsional dapat membantu kepala lingkungan menjalankan fungsi koordinasi secara efektif. Meski demikian, kemungkinan pemekaran tersebut perlu dipelajari berdasarkan kondisi dan kebutuhan wilayah sebelum ditentukan lebih lanjut.

Ia menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan memerlukan kerja sama berbagai unsur. Pemerintah daerah, aparatur kelurahan, kader Posyandu, dan masyarakat perlu membangun koordinasi agar pelaksanaan program tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai yang juga menjabat Kepala Bidang Kelembagaan Sosial Budaya DPMPD Provinsi NTB, Lalu Zaenul Arifin, menerangkan bahwa penilaian juga bertujuan melihat pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

Menurutnya, tim tidak hanya melihat kegiatan yang berlangsung di Posyandu, tetapi juga menilai tata kelola dan tindak lanjut atas pelayanan yang telah diberikan. Penerapan Sistem Informasi Posyandu (SIP), pengembangan inovasi, serta kreativitas kader, termasuk Mars Posyandu, turut menjadi bagian dari aspek yang diperiksa.

Untuk memastikan kesesuaian antara administrasi dan pelaksanaan, tim melakukan verifikasi secara langsung di lapangan. Hasil penilaian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penyelenggaraan Posyandu dan aspek yang masih memerlukan penguatan.

Lurah Rakam, Zulkarnaen, menjelaskan bahwa Posyandu yang menerapkan enam bidang SPM sesuai ketentuan Kementerian Dalam Negeri telah berkembang melampaui pelayanan kesehatan semata. Posyandu juga menjadi sarana untuk menghimpun aspirasi masyarakat mengenai berbagai kebutuhan pelayanan dasar.

Ia menyebut pembagian tanggung jawab antaranggota membantu proses pendataan dan penyampaian kebutuhan warga. Aspirasi yang terkumpul selanjutnya dikoordinasikan dengan dinas atau instansi teknis sesuai bidang dan kewenangannya agar dapat ditindaklanjuti.

Kegiatan di halaman Posyandu Pelangi Rinjani tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), jajaran pendamping Keluarga Berencana (KB), kader Posyandu, serta tokoh masyarakat setempat.(red)

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru