Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TIMUR – Upaya memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberian akses permodalan terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Untuk memperluas kesempatan pelaku usaha mendapatkan pembiayaan, pemerintah daerah menjalin kemitraan strategis dengan PT Bank NTB Syariah dan PT BPR NTB Perseroda.
Kemitraan tersebut disepakati melalui penandatanganan nota kesepahaman mengenai pemasaran dan penyaluran kredit atau pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur, Jumat (30/10/2026).
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mengatakan keterbatasan modal masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan usaha. Karena itu, keterlibatan lembaga perbankan daerah diharapkan mampu membuka peluang pembiayaan yang lebih luas, terutama bagi masyarakat yang menjalankan usaha produktif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan tetap melanjutkan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang telah dirintis sejak 2020. Pergantian kepemimpinan tidak seharusnya menjadi alasan terhentinya sebuah kebijakan apabila program tersebut masih memberikan manfaat bagi masyarakat.
Haerul juga menyampaikan bahwa Lombok Timur telah mencatatkan capaian dalam pengelolaan TPKAD untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus diikuti dengan peningkatan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut mendorong masyarakat agar lebih mengenal dan memanfaatkan bank milik daerah. Ia menilai partisipasi masyarakat dalam menyimpan dana di perbankan daerah dapat membantu memperkuat sumber pendanaan yang nantinya dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan berbagai sektor usaha.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga meminta agar penyaluran kredit lebih memperhatikan kebutuhan pelaku usaha di bidang pertanian dan perikanan. Kedua sektor tersebut dinilai membutuhkan dukungan pembiayaan agar masyarakat dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan kegiatan usahanya.
Salah satu perhatian pemerintah adalah kelompok pembudidaya ikan air tawar yang telah menjalankan usaha secara berkelompok. Dengan adanya tambahan modal, kelompok tersebut diharapkan mampu meningkatkan skala usaha dan memperoleh peluang ekonomi yang lebih baik.
Selain memperluas akses kredit, Pemkab Lombok Timur berencana meningkatkan dukungan subsidi bunga pada 2027. Kebijakan ini diharapkan dapat memperbesar jumlah masyarakat yang terbantu melalui program pembiayaan, khususnya pelaku usaha yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap modal perbankan.
Direktur Utama PT BPR NTB Perseroda, Faisal, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia berharap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Lombok Timur dapat segera berjalan dalam dua bulan mendatang, termasuk penyelesaian penyerapan subsidi bunga KUR.
Menurut Faisal, kerja sama dengan pemerintah daerah merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijalankan secara bertanggung jawab. Ia berharap program pembiayaan tersebut dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Sementara itu, Direktur Pembiayaan PT Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, menyampaikan bahwa pihaknya akan memperkuat pelayanan pembiayaan di Lombok Timur. Ia menilai daerah tersebut memiliki hubungan strategis dengan perusahaan, mengingat posisinya sebagai pemegang saham terbesar ketiga di Bank NTB Syariah.
Agus berharap dukungan pemerintah daerah melalui rencana penambahan modal dapat memperkuat kapasitas perusahaan. Dengan dukungan tersebut, Bank NTB Syariah diharapkan semakin leluasa mengembangkan bisnis dan meningkatkan kontribusinya terhadap pembiayaan masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa Bank NTB Syariah kembali memperoleh kepercayaan untuk menyalurkan KUR pada Juli 2026 setelah sekitar delapan tahun tidak menjalankan program tersebut. Kuota yang diterima mencapai kurang lebih Rp40 miliar untuk pembiayaan UMKM dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Namun, penyaluran pembiayaan bagi PMI masih menghadapi tantangan dari sisi penyerapan. Sebagai langkah pengembangan, Bank NTB Syariah menjalin koordinasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), termasuk untuk mendukung pembiayaan peserta yang dipersiapkan bekerja ke Jepang.
Untuk memastikan pelayanan menjangkau masyarakat, Bank NTB Syariah akan memaksimalkan peran kantor cabang Selong dan Masbagik. Kedua kantor tersebut akan mendukung pelaksanaan program pemerintah daerah sekaligus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan dalam sisa waktu tahun 2026.
Kerja sama ini merupakan bagian dari Program Lotim Berkembang yang digerakkan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD). Program yang mengusung gerakan Lombok Timur Berantas Rentenir tersebut menyediakan fasilitas kredit tanpa bunga melalui subsidi pemerintah daerah.
Melalui program ini, pemerintah berupaya menghadirkan pilihan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap praktik pinjaman berbunga tinggi. Penguatan kerja sama dengan perbankan daerah diharapkan dapat mendukung pertumbuhan UMKM dan memperluas aktivitas ekonomi produktif di Lombok Timur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Asisten I, Asisten II, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.(red)














Komentar