Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TIMUR – Kreativitas generasi muda melalui seni pertunjukan dinilai dapat menjadi kekuatan baru dalam mengembangkan kebudayaan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Hal tersebut menjadi salah satu pesan Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, dalam pembukaan Festival Roah Vol. 5 Standoq yang diselenggarakan Universitas Hamzanwadi.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Terbuka Serbaguna Dinas Perdagangan Lombok Timur, Jumat (30/10/2026), merupakan agenda tahunan Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP). Penyelenggaraan yang telah memasuki tahun kelima ini mendapat apresiasi karena dinilai mampu mempertahankan eksistensi seni budaya melalui keterlibatan mahasiswa dan masyarakat.
Edwin menilai keberadaan festival tersebut dapat menjadi contoh bagaimana kegiatan pendidikan dikembangkan menjadi aktivitas yang memberikan manfaat sosial. Selain menampilkan berbagai karya seni, Roah juga menghadirkan kegiatan sosial dan ruang promosi bagi produk UMKM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia berharap penyelenggaraan berikutnya dapat memiliki jangkauan manfaat yang semakin luas. Salah satu hal yang disorot adalah kemungkinan menjadikan seni pertunjukan sebagai media dakwah untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui karya kreatif.
Menurut Edwin, perkembangan seni harus tetap memperhatikan nilai budaya dan norma yang berlaku di lingkungan masyarakat. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak kehilangan identitas lokal, khususnya nilai religius yang melekat dalam kehidupan masyarakat Sasak.
Pada kesempatan itu, Edwin juga mengaitkan kegiatan festival dengan arah kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kreatif. Pemkab Lombok Timur tengah mendorong pelaksanaan event secara berkelanjutan di berbagai wilayah agar aktivitas ekonomi masyarakat semakin berkembang.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha lokal diharapkan memperoleh kesempatan memperluas pasar, sementara sektor kreatif dapat membuka peluang pekerjaan baru. Upaya ini dinilai penting sebagai salah satu langkah menghadapi bonus demografi dan mengurangi persoalan pengangguran.
Edwin turut mendorong Universitas Hamzanwadi agar memperkuat peran sebagai mitra pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah diperlukan untuk mengoptimalkan potensi daerah melalui program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Wakil Rektor I Universitas Hamzanwadi, Abdullah Muzakar. Ia memberikan apresiasi kepada jajaran dosen dan mahasiswa PSP yang terus mempertahankan kegiatan Roah sebagai bagian dari pengembangan seni pertunjukan.
Abdullah menyebut upaya peningkatan kualitas program studi berjalan seiring dengan capaian akreditasi Unggul yang diperoleh PSP dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik). Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kontribusi perguruan tinggi.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya keberadaan kampus yang mampu memberikan pengaruh positif bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan kebudayaan perlu dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah agar pelestarian seni tidak hanya berlangsung di lingkungan akademik, tetapi juga menjangkau kehidupan sosial masyarakat.
Festival Roah Vol. 5 Standoq berlangsung selama 30–31 Oktober 2026 dengan membawa jargon Sopoq Tande, Luek Makne. Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari pertunjukan musik, tari, pemutaran film, hingga bazar kuliner.
Kegiatan tersebut turut melibatkan musisi lokal Lombok dan siswa SMA sederajat. Partisipasi pelajar diharapkan dapat memperluas minat generasi muda terhadap seni pertunjukan sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengenal potensi kebudayaan daerah.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Roah diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia pendidikan, komunitas seni, pemerintah, dan pelaku UMKM. Keberlanjutan festival ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Lombok Timur sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif.(red)














Komentar