Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TIMUR — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (8/10/2026), sebagai bentuk ikhtiar bersama menyikapi kondisi kekeringan dan menurunnya ketersediaan air.
Kegiatan tersebut diikuti Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
Salat dipimpin TGH. Muhayyan, sedangkan khutbah disampaikan TGH. Khusyairi. Dalam rangkaian kegiatan itu, para jamaah memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan membantu memulihkan sumber-sumber air.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Haerul Warisin menyampaikan bahwa pelaksanaan salat Istisqa menjadi sarana untuk mengingatkan manusia akan keterbatasannya dalam menghadapi kondisi alam. Di tengah berkurangnya pasokan air, ia mengajak seluruh masyarakat memperkuat doa sekaligus melakukan pembenahan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, persoalan air memiliki dampak yang luas. Ketersediaannya bukan hanya diperlukan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sangat menentukan aktivitas pertanian dan keberlangsungan kehidupan masyarakat secara umum.
“Ketika air mengalami kekurangan, kehidupan masyarakat ikut merasakan dampaknya. Karena itu, kita harus terus berusaha, berdoa, dan bersama-sama menghadapi kondisi ini,” ujar Haerul.
Ia berharap kekeringan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan muhasabah. Warga diajak memperbanyak istighfar, meningkatkan ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Haerul juga mengingatkan pesan dalam Surah Nuh ayat 10–11 yang menekankan pentingnya memohon ampun kepada Allah SWT dan berharap turunnya hujan. Nilai tersebut, menurutnya, dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak hanya mengeluhkan keadaan, tetapi juga melakukan introspeksi.
Di samping pendekatan keagamaan, pemerintah daerah tetap menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi dampak kekeringan. Upaya penanganan akan dilakukan berdasarkan kondisi yang dihadapi masyarakat, termasuk pemantauan terhadap sumber-sumber air yang mengalami penurunan.
Bupati menilai persoalan kekurangan air juga tidak dapat dilepaskan dari kondisi lingkungan. Menjaga hutan, sumber mata air, serta kualitas lingkungan dinilai menjadi bagian penting dalam mempertahankan ketersediaan air dalam jangka panjang.
Karena itu, masyarakat diminta tidak merusak kawasan hutan, menghindari pencemaran, tidak membuang sampah sembarangan, serta menggunakan air sesuai kebutuhan.
“Air bukan hanya kebutuhan saat ini, tetapi juga menyangkut masa depan. Karena itu, sumber air dan lingkungan harus dijaga bersama,” katanya.
Dalam khutbahnya, TGH. Khusyairi menyerukan agar jamaah menghadapi kondisi kekeringan dengan kesabaran dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT. Ia mengajak masyarakat memperbanyak istighfar serta memohon ampun atas berbagai kesalahan.
Ia juga mendorong jamaah memperbanyak sedekah, saling membantu dan memperkuat kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan. Menurutnya, menghadapi ujian harus diiringi dengan perbaikan diri dan peningkatan amal kebaikan.
Salat Istisqa tersebut menjadi salah satu ikhtiar Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama masyarakat dalam menghadapi kondisi kekurangan air. Pemerintah berharap hujan segera turun, sementara masyarakat diimbau tetap menjaga sumber daya air dan lingkungan agar dampak kekeringan dapat ditekan.(red)














Komentar