“Memalukan” Kasus Pertikaian Dua Anggota DPRD Pekanbaru di Bandara Soetta Berujung Keranah Hukum

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokus peristiwa News.Com| Pekanbaru

Oknum anggota DPRD Kota Pekanbaru tengah menjadi sorotan menyusul dugaan keterlibatan dua anggotanya dalam kasus penganiayaan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Kedua anggota dewan tersebut dikabarkan berasal dari PDI Perjuangan dan Partai Hanura.

Peristiwa yang disebut terjadi pada Sabtu (8/8/2026) itu kini berujung pada laporan polisi. Laporan resmi diterima oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (10/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi Masih Selidiki Kronologi

Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Ade Mona Prihatna, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak terkait.

“Memang betul, saat ini Polisi Bandara sedang menangani perkara tersebut,” ujar Ade saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).

Meski disebut terjadi di area Terminal 3, polisi belum mengungkap kronologi lengkap maupun penyebab pasti insiden karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Untuk kejadiannya, memang betul di area Terminal 3. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Polisi juga masih mengundang pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut untuk dimintai keterangan. Namun, mengenai pemeriksaan terhadap pelapor maupun terlapor, polisi belum memberikan penjelasan lebih lanjut.

Warga Pekanbaru Kecewa

Kabar ini mengundang keprihatinan masyarakat Pekanbaru. Pasalnya, pihak yang terseret perkara bukanlah orang biasa, melainkan wakil rakyat yang mendapatkan mandat dari masyarakat.

“Kalau benar sampai terjadi penganiayaan, tentu sangat memalukan. Mereka itu anggota dewan, seharusnya memberi contoh kepada masyarakat bagaimana menyelesaikan masalah dengan baik,” ujar seorang warga Pekanbaru yang enggan disebutkan identitasnya kepada media ini, Kamis (20/8/2026).

“Mereka membawa nama Pekanbaru. Apalagi kejadiannya di tempat umum dan menjadi laporan polisi. Kalau memang ada persoalan, seharusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin, cetus warga.

Menurutnya, masyarakat memilih anggota DPRD bukan hanya untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga berharap para wakil rakyat mampu menjaga sikap dan memberikan teladan.

“Rakyat saja kalau punya masalah diminta jangan main hakim sendiri. Anggota dewan mestinya lebih paham aturan dan memberikan contoh,” ujarnya.

Meski demikian, warga juga mengingatkan agar publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum polisi menyelesaikan penyelidikan dan mengungkap fakta sebenarnya.

Tunggu Hasil Hukum

Kini perhatian publik tertuju pada proses hukum yang sedang berjalan. Masyarakat menunggu penjelasan resmi kepolisian mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta hingga dua anggota DPRD Pekanbaru tersebut terseret dalam perkara dugaan penganiayaan.

Jika dugaan tersebut terbukti, persoalannya bukan lagi sekadar perselisihan antar individu. Ada nama baik dua wakil rakyat, dua partai politik, sekaligus citra DPRD Pekanbaru yang ikut dipertaruhkan.***(Rls/TK**).

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Bangun Fasilitas, Pemerintah Bidik KNMP Ekas Buana Jadi Motor Ekonomi Nelayan
Wujudkan Transparansi Informasi, LPKA Tenggarong Berikan Kemudahan Akses Data Pemasyarakatan bagi Anak Binaan
BEM KRISTIANI SELURUH INDONESIA DUKUNG PENUH KAPOLRI JEN POL. SUYUDI ARIO SETO UNTUK MENGUSUT TUNTAS DUGAAN PENYADAPAN TERHADAP PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO
Libatkan 115 Klub, Liga 3 PSSI Lombok Timur 2026 Berakhir dengan Kejayaan Pumice Stone Kotaraja
CEGAH PEREDARAN BARANG TERLARANG, LPKA TENGGARONG GELAR RAZIA KAMAR HUNIAN ANAK BINAAN
SPBU 14-293-640 diduga adanya aktivitas penyelewengan minyak bbm subsidi dari pihak SPBU ke Mafia minyak. Di duga adanya pembiaran dari Kapolres Kuantan singigi dan di duga adanya setoran ke Kapolres dan kasat lantas polres kuantan Singingi.
Taktik permainan kotor antara bos gudang ilegal BBM dan Polsek Kandis Petapahan KM 2: Gudang Tertutup di Kandis Jadi Sorotan
Dukung Pendidikan Anak Binaan, LPKA Tenggarong Gelar Kegiatan Belajar Mengajar Paket A dan B
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:26 WIB

Tak Sekadar Bangun Fasilitas, Pemerintah Bidik KNMP Ekas Buana Jadi Motor Ekonomi Nelayan

Rabu, 4 November 2026 - 10:16 WIB

Wujudkan Transparansi Informasi, LPKA Tenggarong Berikan Kemudahan Akses Data Pemasyarakatan bagi Anak Binaan

Selasa, 3 November 2026 - 17:15 WIB

BEM KRISTIANI SELURUH INDONESIA DUKUNG PENUH KAPOLRI JEN POL. SUYUDI ARIO SETO UNTUK MENGUSUT TUNTAS DUGAAN PENYADAPAN TERHADAP PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO

Selasa, 3 November 2026 - 13:03 WIB

Libatkan 115 Klub, Liga 3 PSSI Lombok Timur 2026 Berakhir dengan Kejayaan Pumice Stone Kotaraja

Senin, 2 November 2026 - 18:34 WIB

SPBU 14-293-640 diduga adanya aktivitas penyelewengan minyak bbm subsidi dari pihak SPBU ke Mafia minyak. Di duga adanya pembiaran dari Kapolres Kuantan singigi dan di duga adanya setoran ke Kapolres dan kasat lantas polres kuantan Singingi.

Berita Terbaru