Stunting Menurun, Sakra Selatan Jadi Representasi NTB dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik 2026

- Penulis

Selasa, 15 September 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TIMUR — Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, menunjukkan perkembangan dalam penanganan stunting. Capaian tersebut mengantarkan desa berpenduduk sekitar 8.435 jiwa itu menjadi perwakilan Lombok Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Penilaian Desa Berkinerja Baik Tahun 2026.

Penilaian difokuskan pada upaya konvergensi pencegahan serta percepatan penurunan stunting. Setelah melalui pemeriksaan administrasi dan dokumen, tahapan evaluasi dilanjutkan dengan wawancara yang berlangsung secara daring pada Selasa (15/9/2026).

Dalam sesi tersebut, Pemerintah Desa Sakra Selatan dipimpin Kepala Desa Lalu Burhan bersama jajaran. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur turut memberikan dukungan dengan menghadirkan Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya selaku Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah unsur pendukung juga ikut terlibat, mulai dari Bappeda, DP3AKB, pendamping keluarga, PLKB hingga PKK. Kolaborasi lintas sektor itu menjadi bagian dari strategi penanganan stunting di tingkat daerah hingga desa.

Edwin menilai capaian Sakra Selatan patut mendapat apresiasi. Menurutnya, penurunan kasus tidak terlepas dari kerja bersama antara pemerintah desa, kader, keluarga dan masyarakat.

Ia juga mendorong Sakra Selatan untuk dikembangkan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Penguatan statistik desa dianggap penting karena kualitas data menjadi dasar untuk menyusun perencanaan pembangunan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Dari pemerintah pusat, Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan (PSBLDP) Kemendes PDT Andrey Iksan Lubis turut memberikan apresiasi. Ia melihat tingginya keterlibatan warga sebagai salah satu kekuatan utama Sakra Selatan dalam menjalankan berbagai program.

Andrey berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi referensi bagi desa-desa lain di Lombok Timur. Menurutnya, program yang dirancang pemerintah akan lebih efektif ketika masyarakat ikut mengambil peran dalam pelaksanaannya.

Untuk mendukung penurunan stunting, Sakra Selatan mengembangkan sejumlah program inovatif. Di antaranya Gerakan Tolak Merarik Kodek (Getak Mako) serta Percepatan Naikkan Gizi Keluargaku (Pangku).

Upaya tersebut diperluas melalui program Genting, yakni gerakan orang tua asuh bagi anak stunting. Pendampingan dilakukan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah dan badan usaha milik daerah.

Pemenuhan kebutuhan gizi juga diperkuat melalui kemitraan Desa Sakra Selatan dengan SPPG Lombok Timur Sakra 3.

Tak hanya mengandalkan program, pemerintah desa memberikan dukungan melalui anggaran. Sekitar 40 persen APBDes Sakra Selatan atau lebih dari Rp460 juta diarahkan untuk mendukung berbagai kegiatan percepatan penurunan stunting.

Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk mendukung insentif bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan kader Posyandu. Mereka berperan dalam melakukan pemantauan, pendataan serta pendampingan keluarga yang menjadi sasaran intervensi.

Hasil dari berbagai upaya itu tercermin dalam tren kasus stunting yang terus menurun. Pada 2024, jumlah kasus di Sakra Selatan mencapai 63 orang dan wilayah tersebut sempat masuk kategori zona hitam.

Setahun kemudian, angka itu turun menjadi 42 kasus. Sementara hingga triwulan III 2026, jumlah kasus kembali menyusut menjadi 29 orang.

Penurunan tersebut menjadi salah satu modal penting Sakra Selatan dalam menghadapi penilaian tingkat nasional. Capaian itu sekaligus memperlihatkan bahwa intervensi yang dilakukan secara terpadu mulai memberikan hasil.

Kini, Sakra Selatan tidak hanya membawa nama desa dan Kabupaten Lombok Timur, tetapi juga menjadi salah satu wajah NTB dalam menunjukkan praktik baik penanganan stunting. Tantangan berikutnya adalah menjaga capaian tersebut agar tren penurunan terus berlanjut serta memperkuat program yang sudah berjalan.(red)

 

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru