Fokusperistiwanews.com – Mataram — Bagi anak-anak, rambu lalu lintas mungkin hanya terlihat sebagai gambar berwarna di pinggir jalan. Namun, melalui kegiatan edukasi Ditlantas Polda NTB, berbagai simbol tersebut mulai dikenalkan sebagai bagian penting dari keselamatan mereka saat beraktivitas.
Siswa TK Lentera Hati mengikuti pembelajaran lalu lintas di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Jumat (25/9/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari program Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Lalu Lintas yang dijalankan Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda NTB.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenali sejumlah perlengkapan lalu lintas yang biasa mereka lihat ketika bepergian. Petugas menjelaskan fungsi rambu jalan, marka, serta Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL) dengan bahasa yang disesuaikan dengan usia peserta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembelajaran kemudian diarahkan pada situasi yang dekat dengan keseharian anak. Mereka mendapat pemahaman mengenai pentingnya berhati-hati ketika berada di sekitar jalan, termasuk ketika berjalan kaki ataupun saat menggunakan kendaraan bersama keluarga.
Tidak hanya memberikan penjelasan, petugas juga menggunakan pendekatan interaktif agar anak-anak lebih mudah mengikuti materi. Suasana kegiatan dibuat ringan sehingga pesan mengenai keselamatan dapat diterima melalui proses belajar yang menyenangkan.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid mengatakan, pengenalan tentang lalu lintas perlu dilakukan sejak anak masih berada pada tahap pendidikan usia dini.
Menurut dia, anak-anak sudah berinteraksi dengan lingkungan jalan setiap hari meskipun belum menjadi pengemudi kendaraan. Karena itu, pemahaman dasar mengenai keselamatan menjadi hal yang penting untuk diperkenalkan sejak awal.
“Anak-anak merupakan bagian dari pengguna jalan. Mereka bisa menjadi pejalan kaki atau penumpang kendaraan, sehingga pengetahuan dasar tentang keselamatan perlu dibentuk sejak usia dini,” kata Kholid.
Ia menuturkan, edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemampuan anak mengenali simbol lalu lintas. Lebih jauh, pembelajaran itu diarahkan untuk membentuk kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program Dikmas Lalu Lintas, lanjut Kholid, merupakan salah satu langkah kepolisian dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pendekatan edukasi. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah preemtif dan preventif untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Kegiatan di lingkungan sekolah juga dinilai memiliki peran penting karena anak dapat membawa kembali pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga. Dengan cara tersebut, pesan keselamatan berpotensi menjadi kebiasaan bersama, bukan sekadar materi yang dipelajari sesaat.
Ditlantas Polda NTB pun terus mendorong penguatan edukasi lalu lintas bagi kalangan pelajar, termasuk anak usia dini. Dari mengenal arti sebuah rambu hingga memahami cara menjaga diri di jalan, pembelajaran sederhana tersebut diharapkan menjadi pondasi bagi lahirnya generasi yang lebih tertib dalam berlalu lintas.(red)














Komentar