Jelang MotoGP Mandalika, Polda NTB Gelar Latihan Gabungan Hadapi Ancaman Keamanan

- Penulis

Senin, 28 September 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TENGAH — Persiapan pengamanan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 terus dimatangkan. Polda Nusa Tenggara Barat bersama sejumlah unsur terkait menggelar latihan gabungan untuk menguji penanganan berbagai situasi krisis yang berpotensi terjadi selama rangkaian balapan di kawasan Mandalika.

Simulasi berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Senin (28/9/2026). Dalam latihan tersebut, aparat dihadapkan pada kondisi yang dibuat menyerupai gangguan keamanan nyata, mulai dari ancaman terhadap tamu VVIP hingga ditemukannya benda yang diduga mengandung bahan peledak.

Skenario dimulai ketika ancaman keamanan muncul terhadap tamu penting. Personel pengamanan kemudian melakukan pengejaran terhadap pihak yang dianggap sebagai pelaku hingga situasi berkembang menjadi baku tembak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak berselang lama, petugas kembali menerima laporan mengenai sebuah benda mencurigakan di kawasan sirkuit. Tim Penjinak Bom Polda NTB langsung dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan dengan prosedur khusus.

Untuk mendukung operasi tersebut, personel Jibom menggunakan Robot Jibom dan Black Hornet Nano Drone. Teknologi itu diperagakan untuk membantu pengamatan sekaligus memperkecil risiko ketika petugas melakukan penanganan terhadap objek berbahaya.

Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja mengatakan latihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Mandalika Rinjani 2026. Pengamanan dipersiapkan untuk mengawal seluruh tahapan MotoGP yang akan digelar pada 9-11 Oktober 2026.

“Ini merupakan bagian dari simulasi pengamanan dan kontinjensi Operasi Mandalika Rinjani 2026 sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan MotoGP pada 9, 10, dan 11 Oktober,” ujar Kalingga.

Skema pengamanan di kawasan Mandalika dibagi menjadi tiga wilayah, yakni zona barat, tengah, dan timur. Polda NTB juga menyiapkan 42 pos pengamanan yang tersebar di kawasan KEK The Mandalika.

Sebanyak 2.678 personel gabungan akan dikerahkan dalam pelaksanaan operasi. Kekuatan tersebut melibatkan Polri, TNI, pemerintah daerah, Lanal, ITDC, serta unsur tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Jumlah yang dilibatkan sebanyak 2.678 personel untuk pengamanan di kawasan Mandalika, termasuk ring 2, ring 3, dan ring 4,” jelasnya.

Latihan kemudian berlanjut dengan simulasi gangguan lainnya. Aparat memperagakan penanganan kebakaran hutan dan lahan di salah satu bukit di kawasan Kuta. Selain itu, disimulasikan pula kondisi jalan yang diblokir serta aksi unjuk rasa sekitar 100 warga yang bergerak menuju Kantor ITDC.

Rangkaian pengamanan disusun sejak jauh sebelum hari pelaksanaan. Operasi akan berlangsung mulai H-20 hingga H+10, sehingga pengawasan mencakup masa persiapan, saat event berlangsung, hingga tahapan setelah MotoGP berakhir.

Pengamanan juga diperluas ke luar kawasan sirkuit. Polres jajaran di wilayah NTB akan menjalankan operasi imbangan guna mengantisipasi peningkatan mobilitas wisatawan, pembalap, kru, dan masyarakat selama periode MotoGP.

Kalingga menegaskan koordinasi antara kepolisian dan unsur TNI akan terus diperkuat untuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan sesuai skenario yang telah disiapkan.

Sementara itu, Direktur ITDC Troy Warokka menyambut pelaksanaan simulasi tersebut. Ia menyebut latihan bersama menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah seluruh stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika.

“Kegiatan hari ini menunjukkan kesiapan kolektif ITDC bersama seluruh stakeholder pengamanan untuk mengamankan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026,” kata Troy.

Menurut Troy, pengamanan event internasional tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh pihak yang berada di kawasan Mandalika.

MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada 9-11 Oktober. Menjelang pelaksanaan, aparat dan seluruh stakeholder terus mematangkan pola pengamanan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama event berlangsung.(red)

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru