Kempu Berisi Solar di Batukuda Mancak Disorot, Dugaan Pasokan untuk Alat Berat Jadi Perhatian

- Penulis

Selasa, 22 September 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokusperistiwanews.com – SERANG — Sejumlah kempu yang berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Desa Batukuda, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, menjadi sorotan. Lokasi tersebut diduga dimanfaatkan untuk menampung sekaligus menyediakan BBM bagi kebutuhan alat berat.

Temuan itu terungkap saat tim media melakukan penelusuran ke lokasi pada Minggu (21/9/2026). Beberapa kempu terlihat berada di area lapak dengan kondisi terisi cairan yang disebut sebagai solar.

Keberadaan BBM dalam jumlah tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai sumber pasokan, cara pengadaan, legalitas penyimpanan, hingga penggunaan akhirnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang pria yang berada di lokasi saat tim media datang kemudian mengajak wartawan menuju sebuah saung. Dalam pertemuan itu, ia meminta kartu identitas pers untuk dicatat.

Percakapan di tempat tersebut kemudian mengungkap informasi mengenai adanya uang yang disebut diberikan kepada wartawan maupun anggota LSM yang datang ke lokasi. Nilainya disebut sebesar Rp50 ribu untuk setiap orang dan dikaitkan dengan kebutuhan bensin.

Informasi tersebut belum disertai penjelasan mengenai siapa pihak yang memberikan uang, dari mana dana tersebut berasal, serta apa tujuan pemberiannya. Pihak pengelola lapak juga belum memberikan keterangan resmi mengenai hal tersebut.

Menurut pria yang ditemui di lokasi, pendataan kartu identitas dilakukan agar kunjungan pihak media maupun LSM dapat dicatat dan tidak terjadi pendataan berulang.

Kedatangan Sosok Berseragam Ikut Dipertanyakan

Di tengah penelusuran, seorang pria yang disebut mengenakan seragam aparat datang menggunakan sepeda motor jenis KLX yang disebut sebagai kendaraan dinas.

Kehadiran sosok tersebut menambah pertanyaan karena berlangsung di lokasi yang tengah menjadi perhatian akibat dugaan aktivitas penyimpanan dan penyediaan solar.

Belum diperoleh kepastian mengenai identitas pria itu, institusi tempatnya bertugas maupun maksud kedatangannya. Tidak diketahui pula apakah kehadirannya berkaitan dengan pekerjaan kedinasan atau kepentingan lainnya.

Untuk itu, keterangan resmi dari institusi yang bersangkutan diperlukan agar posisi dan tujuan kedatangannya dapat diketahui secara jelas.

Perhatian Tertuju pada Rantai Pasokan BBM

Persoalan yang ditemukan di lapangan bukan mengenai dugaan pengambilan solar dari kendaraan pengangkut yang lazim disebut praktik “kencingan”.

Yang menjadi perhatian adalah dugaan keberadaan tempat penampungan BBM yang kemudian diperuntukkan bagi kebutuhan operasional alat berat.

Meski demikian, keberadaan solar dalam kempu tidak dengan sendirinya membuktikan terjadinya pelanggaran. Kepastian mengenai kegiatan tersebut membutuhkan pemeriksaan terhadap jenis BBM, sumber pembelian, bukti transaksi, serta legalitas tempat penyimpanan dan penyalurannya.

Rantai pasokan juga menjadi bagian penting yang perlu ditelusuri. Mulai dari pihak yang memasok, proses pengangkutan, penerimaan BBM di lokasi, hingga pihak yang menggunakan solar tersebut.

Status bahan bakar juga masih perlu dipastikan. Apabila termasuk BBM bersubsidi, penggunaan dan penyalurannya harus dilihat berdasarkan ketentuan yang berlaku. Sedangkan jika merupakan BBM nonsubsidi, bukti pembelian dan asal pasokannya tetap perlu diperiksa.

Dugaan Keterkaitan dengan Tokoh Lokal Masih Harus Diverifikasi

Selain persoalan BBM, terdapat informasi yang berkembang di lapangan mengenai dugaan hubungan lokasi tersebut dengan salah satu tokoh atau sesepuh yang dikenal di wilayah Mancak.

Namun, informasi itu belum mendapatkan konfirmasi maupun bukti yang dapat diverifikasi secara independen. Karena itu, keterlibatan pihak tertentu belum dapat dipastikan.

Penelusuran lebih lanjut diperlukan sebelum informasi tersebut dapat dikaitkan dengan aktivitas di lapangan.

GWI Dorong Aparat Buka Fakta Berdasarkan Bukti

Ketua Umum DPP Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI), Syamsul Bahri, meminta persoalan tersebut ditangani berdasarkan fakta dan dokumen apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

Ia menilai pemeriksaan tidak seharusnya hanya berfokus pada keberadaan kempu di lokasi. Asal BBM dan seluruh mata rantai distribusinya juga perlu diperiksa.

“Yang harus terang itu sumber BBM, siapa pemasoknya, bagaimana pembeliannya, digunakan untuk siapa, dan apakah penyimpanannya sesuai ketentuan. Informasi lain di lokasi juga perlu diklarifikasi berdasarkan fakta,” ujar Syamsul Bahri.

Menurutnya, informasi mengenai pemberian uang kepada wartawan atau LSM serta kedatangan pria berseragam juga perlu mendapat penjelasan agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat.

Ia berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait melakukan pengecekan secara profesional apabila terdapat bukti awal yang dapat menjadi dasar tindak lanjut.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pengelola maupun pemilik lapak mengenai sumber dan status solar, dokumen pengadaan, legalitas penyimpanan, penggunaan untuk alat berat, informasi pemberian uang kepada media atau LSM, serta identitas dan tujuan kedatangan pria berseragam.

Ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka bagi seluruh pihak yang disebut maupun yang memiliki kepentingan terhadap informasi tersebut.

Dengan demikian, dugaan aktivitas penampungan solar di Batukuda masih memerlukan pembuktian. Verifikasi lapangan, pemeriksaan dokumen, dan keterangan resmi dari pihak berwenang menjadi dasar penting untuk menentukan fakta sebenarnya.(red)

 

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru