Lagi, AMP2K Gelar Demo Jilid III di Mabes Polri, Desak Kapolri Copot Kapolres Madina.

- Penulis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Fokus peristiwa News.Com| JAKARTA 21, Agustus 2026

Dugaan pembiaran aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara kembali memicu gelombang protes keras. di ibu kota. Lagi, Aliansi Mahasiswa Pemuda Pemantau Kebijakan Pemerintah (AMP2K) Kabupaten Mandailing Natal kembali menggelar aksi demonstrasi jilid ke lll di depan Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/8/2026), guna mendesak Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo untuk segera melakukan evaluasi total serta mencopot Kapolres Mandailing Natal Bagus Priandy serta Kapolda Sumatra Utara Irjen (Pol) Wisnu Hermawan Februanto.

Kedua pejabat kepolisian tersebut dinilai gagal serta diduga melakukan pembiaran dan perlindungan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian hari kian marak di Kabupaten Mandailing Natal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Aksi AMP2K, Noprianda Ramadhan Nasution, menegaskan bahwa aksi Jilid III ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus desakan konkret agar penegak hukum serius memberantas tambang ilegal. Menurutnya, aktivitas pembalakan dan pengerukan emas ilegal menggunakan alat berat kian massif beroperasi di wilayah Kotanopan, Lingga Bayu, Batang Natal, Muara Batang Gadis, hingga perbatasan Tapanuli Selatan-Madina.

“Kami meminta Kapolri segera mengambil tindakan tegas. Aktivitas tambang ilegal di wilayah Mandailing Natal terus beroperasi tanpa ada penindakan hukum yang jelas. Kapolres Mandailing Natal (Madina) seolah menutup mata dan telinga serta diduga ikut kongkalikong menikmati bisnis illegal tersebut” ujar Noprianda dalam orasinya.

AMP2K menyatakan, pembiaran ini bertentangan dengan instruksi tegas Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dalam Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD RI pada 14 Agustus 2026 lalu. Saat itu, Kepala Negara menegaskan bahwa tidak boleh ada pembiaran aktivitas ilegal oleh aparat keamanan setempat.

“Instruksi Presiden secara eksplisit menyatakan mustahil tambang ilegal berjalan tanpa diketahui aparat setempat. Oleh karena itu, kami menduga ada praktik ‘main mata’ dan penerimaan upeti oleh oknum kepolisian berinisial Hzh Lbs yang menjadi payung hukum para mafia tambang illegal ,” kata Koordinator Aksi, Noprianda Ramadhan Nasution.

AMP2K menduga kuat adanya aliran dana atau upeti dari para pelaku tambang kepada oknum aparat, sehingga operasi ilegal ini tetap mulus berjalan dan bahkan telah menelan korban jiwa secara berturut-turut

“Kapolri harus segera mencopot Kapolres Madina dan Kapolda Sumut karna dinilai gagal dalam mengeksekusi instruksi Presiden RI dalam pemberantasan tambang illegal dan penindakan hukum kepada para mafia tambang dan perusak lingkungan” Serta Mendesak Panglima TNI Untuk memerintahkan POLISI MILITER Agar Kemudian Tambang ilegal Ditertipkan serta memeriksa Oknum-Oknum TNI yang terlibat Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Kabupaten Mandailing Natal Tegasnya

Di tingkat Kabupaten, Kapolri juga didesak untuk memeriksa dugaan pembiaran serta indikasi keterlibatan Bupati Saifullah dan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi dalam sindikat kejahatan lingkungan tersebut dan dugaan perlindungan kepada para mafia tambang.

“Bupati dan Wakil juga harus diperiksa karna diduga melakukan abuse of power (penyalahgunaan jabatan” serta gagal dalam menjaga kelestarian alam dengan aktivitas illegal dan destruktif. Ketidaktegasan Bupati untuk mencopot sejumlah oknum ASN dan Kepala Desa yang diduga terlibat kuat dalam PETI menjadi signal kuat adanya dugaan perlindungan dari Pemkab kepada para pelaku kejahatan lingkungan” Tegas Nopriandi Dalam orasinya

Di tingkat aparatur pemerintahan desa,
massa aksi juga meminta Kapolri memerintahkan jajarannya memeriksa sejumlah oknum kepala desa, termasuk Ketua Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Madina berinisial AS, serta Kepala Desa Singengu Julu, Botung, Muara Botung, Huta Baringin, Pintu Padang Jae, Alahan Kae, Simpang Banyak Julu yang diduga kuat terlibat dalam jaringan bisnis illegal ini.

Massa mengultimatum akan meminta Kapolri mundur jika tidak mampu menuntaskan persoalan mafia tambang yang kini menjadi atensi langsung Presiden. “Bila Mabes Polri tidak mampu membersihkan wilayah Madina dari kepungan mafia tambang, hal ini menjadi potret nyata kegagalan institusi dalam menjalankan amanat dan kepatuhan terhadap instruksi Presiden” tutupnya

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru