Lanud Roesmin Nurjadin Minta Drone Tak Terbang di Tengah Operasi Karhutla Riau

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

fokusperistiwanews.com – PEKANBARU — Langit di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menjadi ruang kerja bagi sejumlah armada udara. Kondisi itu membuat Lanud Roesmin Nurjadin meminta masyarakat tidak menerbangkan drone di kawasan yang tengah menjadi sasaran penanganan karhutla.

Imbauan tersebut berkaitan dengan meningkatnya aktivitas penerbangan untuk mendukung penanggulangan kebakaran. Helikopter dikerahkan untuk mengamati perkembangan titik api sekaligus membantu pemadaman melalui operasi water bombing.

Dalam pelaksanaan tugas, setiap helikopter membutuhkan jalur penerbangan yang aman agar dapat bergerak menuju lokasi kebakaran dan kembali tanpa menghadapi gangguan. Drone yang diterbangkan dari darat tanpa koordinasi dapat masuk ke ruang yang sama dengan pesawat dan menciptakan situasi berbahaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Risiko itu dapat terjadi tanpa diketahui pengendali drone maupun penerbang helikopter. Ketika sebuah drone berada di jalur pesawat, penerbang bisa saja harus mengambil tindakan menghindar secara mendadak. Kondisi semacam ini berpotensi mengganggu jalannya misi yang sedang berlangsung.

Bahaya tidak hanya muncul ketika terjadi kemungkinan benturan. Aktivitas drone juga dapat menghambat proses pengamatan maupun pemadaman karena armada udara harus mempertimbangkan keberadaan objek lain sebelum melanjutkan tugas.

Karena itu, Lanud Roesmin Nurjadin meminta warga tidak menerbangkan drone di sekitar titik kebakaran, terutama ketika terdapat helikopter yang sedang melakukan patroli atau pemadaman. Kegiatan mengambil gambar dari udara diminta tidak dilakukan dengan mengabaikan kondisi ruang udara yang sedang digunakan untuk operasi.

Aspek keselamatan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan mengatur larangan terhadap tindakan yang menimbulkan halangan atau kegiatan yang membahayakan keselamatan penerbangan di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Pasal 421 dalam undang-undang tersebut mencantumkan ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar bagi perbuatan yang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal tersebut.

Lanud Roesmin Nurjadin berharap masyarakat dapat ikut menjaga keamanan selama operasi karhutla berlangsung. Salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan adalah tidak menambah aktivitas penerbangan di kawasan yang sedang digunakan oleh armada penanggulangan kebakaran.

Dengan ruang udara yang tetap terkendali, helikopter dapat menjalankan pemantauan dan pemadaman secara lebih aman, sementara potensi kecelakaan akibat keberadaan drone dapat diminimalkan.(red)

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru