Fokusperistiwanews.com – CILEGON – Sejumlah benda yang ditemukan dalam penyisiran di kawasan Selat Sunda sempat menjadi perhatian dalam pencarian KM Arupadhatu 1. Namun, setelah melalui pemeriksaan, Polda Banten memastikan tidak ada kecocokan antara barang-barang tersebut dengan perlengkapan kapal.
Temuan itu berasal dari kegiatan pencarian yang dilakukan KN SAR Tetuka di perairan sebelah timur Pulau Rakata pada Sabtu (12/9/2026). Saat penyisiran berlangsung, tim mengamankan sebuah helm plastik merah, jeriken berwarna biru dengan tutup hitam, serta dua jaket pelampung berwarna oranye.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan, proses verifikasi dilakukan dengan membandingkan barang temuan dengan perlengkapan yang tercatat dan digunakan di KM Arupadhatu 1.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada dua life jacket, misalnya, terdapat ciri yang berbeda. Pelampung yang ditemukan memiliki warna oranye dan tulisan MILLES.II. Sementara perlengkapan keselamatan yang terdapat di KM Arupadhatu 1 berupa life jacket berwarna merah, kuning, dan ungu tanpa tulisan tersebut.
Perbedaan juga ditemukan pada jeriken. Polisi tidak hanya mengecek bentuk dan ukuran wadah, tetapi turut memeriksa cairan yang berada di dalamnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan cairan tersebut beraroma seperti minyak sayur, bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1.
Dari segi fisik, jeriken milik kapal disebut berwarna biru pudar dengan kapasitas sekitar 30 liter, bentuk pendek, serta tutup putih polos. Sementara jeriken yang ditemukan mempunyai kapasitas sekitar 35 liter, berwarna biru tua, bentuk lebih panjang, tutup hitam, dan terdapat tulisan pada bagian badannya.
Barang lainnya, yakni helm plastik merah, juga tidak ditemukan kesesuaiannya dengan perlengkapan kapal. Pihak KM Arupadhatu 1 memastikan tidak memiliki ataupun menggunakan helm dengan karakteristik seperti benda yang ditemukan tersebut.
Dari hasil pencocokan keseluruhan barang, Polda Banten menyatakan belum ada indikasi yang dapat menghubungkan temuan tersebut dengan KM Arupadhatu 1.
Meski demikian, operasi pencarian tetap berlangsung. Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan temuan di lapangan sebagai dasar untuk membuat kesimpulan sendiri sebelum ada hasil pemeriksaan resmi.
Polda Banten juga meminta masyarakat menyaring setiap informasi yang beredar dan menunggu keterangan dari sumber resmi mengenai perkembangan terbaru pencarian KM Arupadhatu 1.(red)














Komentar