POLISI DIDUGA TUTUP MATA, MASSA AKSI DISERANG DI CAPITAL BUILDING!

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 01:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokus peristiwa News.Com| Medan, 11 September 2026

Situasi memanas! PD II GM FKPPI dan Satgas PD II GM FKPPI Sumatera Utara mengecam keras penyerangan terhadap massa aksi yang sedang menyampaikan aspirasi di didepan Capital Building Medan.
Aksi yang dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk dugaan aktivitas peredaran narkotika dan dugaan penjualan minuman beralkohol tanpa kelengkapan pita cukai resmi, serta dugaan penggemplangan pajak, justru diwarnai tindakan kekerasan terhadap peserta aksi.
Massa aksi yang datang untuk menyampaikan suara rakyat diduga diserang oleh sejumlah orang tidak dikenal (OTK).
PERTANYAANNYA: SIAPA YANG BERADA DI BALIK PENYERANGAN INI?
SATGAS GM FKPPI Sumut menilai dugaan tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Apabila terbukti terdapat pihak yang menggerakkan, mengakomodasi, atau memfasilitasi penyerangan, maka aparat penegak hukum harus mengusutnya sampai ke aktor yang berada di balik peristiwa tersebut.

“KALAU BENAR ADA YANG MENGERAHKAN OTK, JANGAN CUMA TANGKAP PELAKSANA. BONGKAR OTAKNYA!”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Hukum dan HAM Satgas GM FKPPI Sumut, Sutoyo,S.H melontarkan kecaman keras.

“Kami mengecam keras dugaan penyerangan terhadap massa aksi. Jangan berpikir suara kami bisa dibungkam dengan intimidasi. Kami tidak takut dan tidak akan mundur. Jika ada pihak yang merasa bisa menggunakan kekuatan untuk membungkam aspirasi rakyat, kami pasti akan melawannya, tegas sutoyo”

Menurut Sutoyo, persoalan semakin serius karena berdasarkan keterangan pengurus yang berada di dalam lokasi parkiran gedung, terdapat beberapa personel kepolisian di sekitar area parkiran dalam Capital Building ketika penyerangan terjadi.

“Kami melihat jelas personel kepolisian berada di lokasi. Tetapi ketika massa aksi diserang, kami mempertanyakan mengapa tidak ada tindakan tegas terhadap pihak yang melakukan penyerangan. Polisi berada di sana untuk apa? Mengamankan massa aksi atau hanya menyaksikan ketika kami diserang?”

POLISI HARUS MENJAWAB: AMANKAN RAKYAT ATAU KORPORASI?

SATGAS GM FKPPI Sumut menegaskan bahwa aparat kepolisian memiliki kewajiban memastikan seluruh pihak mendapatkan perlindungan hukum secara adil.
JANGAN SAMPAI MUNCUL KESAN APARAT HANYA TEGAS KEPADA MASSA AKSI, TETAPI TUTUP MATA TERHADAP PIHAK YANG DIDUGA MELAKUKAN PENYERANGAN.
Sutoyo bahkan mempertanyakan pola pengamanan aksi tersebut.

“Setiap aksi selalu kami komunikasikan titik dan agenda kepada pihak kepolisian. Itu dilakukan agar aksi berjalan aman dan tertib. Lalu ketika terjadi penyerangan, mengapa seolah-olah tidak ada yang bertanggung jawab?.”

“Jangan sampai hukum hanya tajam kepada rakyat yang menyampaikan kritik, tetapi tumpul ketika berhadapan dengan kekuatan modal. Kami meminta Kapolda Sumut membuktikan bahwa institusi kepolisian berdiri untuk hukum, bukan untuk melindungi kepentingan pihak tertentu.”

DESAK KAPOLDA SUMUT BONGKAR SEMUANYA!

PD II GM FKPPI dan Satgas PD II GM FKPPI Sumut mendesak Kapolda Sumatera Utara:
1. USUT TUNTAS penyerangan terhadap massa aksi.
2. UNGKAP identitas seluruh pihak yang melakukan penyerangan.
3. BONGKAR siapa yang menggerakkan atau mengoordinasikan penyerangan.
4. PERIKSA personel kepolisian yang berada di lokasi ketika kejadian berlangsung.
5. AMANKAN DAN PERIKSA CCTV serta seluruh alat bukti yang berkaitan dengan kejadian.
6. TELUSURI keterkaitan pihak penyerang dengan pihak-pihak yang berkepentingan di Capital Building.
7. BUKA SECARA TRANSPARAN hasil pemeriksaan kepada publik.

“KAMI TIDAK AKAN DIAM!”

PD II GM FKPPI dan Satgas PD II GM FKPPI Sumut menegaskan akan melakukan langkah hukum serta mempersiapkan aksi lanjutan apabila dugaan penyerangan tersebut tidak ditangani secara serius dan transparan.

“Kami tidak mencari keributan. Kami hanya menuntut hukum ditegakkan. Tetapi jangan salah tafsir—diam bukan berarti takut. Kami akan mengawal persoalan ini sampai terang siapa yang berada di balik penyerangan tersebut, kami yakin capital bulding mengakomodir aksi penyerangan tersebut” tegas Sutoyo.

SUARA RAKYAT BUKAN UNTUK DIBUNGKAM!
AKSI DAMAI BUKAN UNTUK DISERANG!
JANGAN JADIKAN APARAT TAMENG KEKUATAN MODAL!
USUT PENYERANGAN!
BONGKAR AKTORNYA!
TEGAKKAN HUKUM!
PD II GM FKPPI & SATGAS PD II GM FKPPI SUMATERA UTARA

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru