PPATK Diminta Bongkar Jejak Uang Tegar dan Lingkaran Keluarga, Dugaan Pencucian Uang Harus Dibuka Terang

- Penulis

Selasa, 15 September 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokus peristiwa News.Com| MERANTI

Dugaan adanya aliran dana yang berkaitan dengan aktivitas ilegal di Kabupaten Kepulauan Meranti dinilai tidak cukup hanya disikapi dari sisi pelaku dan aktivitas di lapangan. Jejak uang harus ditelusuri.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) diminta melakukan analisis menyeluruh terhadap transaksi keuangan yang diduga berkaitan dengan Tegar, termasuk apabila terdapat aliran dana kepada anggota keluarga maupun pihak lain yang memiliki hubungan transaksi dengannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permintaan ini bukan untuk menghakimi siapa pun. Justru sebaliknya, pemeriksaan transaksi keuangan diperlukan untuk memastikan apakah dugaan yang beredar memiliki dasar atau tidak.

Pertanyaan utamanya sederhana: dari mana uang tersebut berasal, ke mana mengalir, siapa yang menerima, siapa yang menikmati, dan apakah terdapat upaya menyamarkan asal-usul dana?

Apabila terdapat transaksi dalam jumlah besar yang tidak sesuai dengan profil penghasilan, kegiatan usaha, maupun sumber dana yang dapat dipertanggungjawabkan, maka pola tersebut layak dianalisis lebih mendalam oleh lembaga yang memiliki kewenangan.

PPATK diharapkan tidak berhenti pada satu rekening atau satu nama. Jika memang ditemukan indikasi transaksi mencurigakan, penelusuran dapat diarahkan pada jejaring transaksi, termasuk perpindahan dana antar rekening, penggunaan rekening pihak lain, pembelian aset, serta pola transaksi yang berpotensi berkaitan dengan hasil tindak pidana.

Jangan Hanya Bongkar Pelaku Lapangan, Telusuri Pemilik Aliran Uang

Dalam setiap dugaan aktivitas ilegal, perhatian publik sering kali berhenti pada orang yang berada di lapangan.

Padahal, pertanyaan yang lebih besar justru berada di baliknya:

Siapa yang membiayai? Siapa yang menerima hasilnya? Siapa yang menikmati keuntungan? Dan ke mana uang tersebut bermuara?

Jika aktivitas ilegal memang menghasilkan keuntungan, maka financial trail menjadi salah satu pintu penting untuk mengungkap struktur di belakangnya.

Karena itu, aparat penegak hukum juga diharapkan tidak ragu menindaklanjuti setiap temuan resmi apabila analisis keuangan menunjukkan adanya transaksi yang patut diduga berkaitan dengan tindak pidana.

Sebaliknya, apabila setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan pelanggaran atau seluruh sumber dana dapat dijelaskan secara sah, hasil pemeriksaan tersebut juga penting disampaikan sebagai bentuk kepastian hukum sekaligus klarifikasi terhadap pihak yang disebut-sebut.

Hukum tidak boleh bekerja berdasarkan rumor, tetapi juga tidak boleh membiarkan dugaan serius tanpa pemeriksaan.

Kini publik menunggu: apakah jejak transaksi Tegar dan pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan akan ditelusuri secara menyeluruh?

Jika memang tidak ada persoalan, biarkan pemeriksaan membuktikannya.

Namun jika ditemukan aliran dana yang berkaitan dengan hasil tindak pidana atau upaya menyamarkan asal-usul kekayaan, maka jangan hanya berhenti pada pelaku lapangan. Bongkar sampai ke sumber uang dan pihak yang menikmati hasilnya.

Publik berhak melihat hukum bekerja secara transparan, objektif, dan tanpa pandang bulu.

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru