Sekda Lotim Ajak Mahasiswa Awasi Data Bansos, Isu Pupuk Tembakau hingga MBG Ikut Disorot

- Penulis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur membuka ruang dialog dengan mahasiswa Universitas Gunung Rinjani yang menyampaikan sejumlah persoalan terkait kesejahteraan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, pembaruan data penerima bantuan, penyerapan hasil pertanian lokal melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani tembakau menjadi perhatian utama.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menemui perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (BEM UGR) di depan gerbang Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (28/10/2026). Pertemuan itu berlangsung setelah mahasiswa menggelar aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Dalam dialog tersebut, Juaini menjelaskan bahwa pemerintah daerah masih menunggu pembaruan data desil dari pemerintah pusat. Pemutakhiran itu dijanjikan paling lambat terbit pada Desember 2026 dan diharapkan menjadi landasan penentuan penerima program bantuan pada tahun berikutnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data terbaru tersebut berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial serta kepesertaan BPJS Kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), baik yang dibiayai pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Selama data baru belum diterbitkan, program bantuan masih mengacu pada data yang digunakan saat ini.

Juaini menyebut proses pemutakhiran perlu mendapat perhatian bersama, terutama karena terdapat sanggahan terhadap data sebelumnya. Ia pun mengajak mahasiswa ikut mengawasi tahapan tersebut agar pembaruan data dapat ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya memperbaiki ketepatan sasaran bantuan.

Di sektor ekonomi masyarakat, keterlibatan petani lokal dalam program MBG turut menjadi pembahasan. Juaini menerangkan bahwa kebutuhan bahan pangan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dipenuhi melalui pasar tradisional. Hasil pertanian Lombok Timur juga dimanfaatkan oleh dapur MBG yang beroperasi di luar kabupaten.

Meski demikian, pemanfaatan produk lokal dinilai masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Pemerintah daerah melihat peluang bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk turut memperkuat rantai pasok bahan pangan, sehingga potensi produksi masyarakat setempat dapat memperoleh pasar yang lebih luas.

Pemkab Lombok Timur juga mendorong pengembangan peternakan sapi perah sebagai salah satu upaya mendukung pasokan susu bagi kebutuhan MBG. Juaini berharap peternak daerah mulai mengarahkan usaha mereka ke sektor tersebut pada 2027.

Sementara itu, persoalan pupuk bersubsidi untuk petani tembakau menjadi isu lain yang disampaikan mahasiswa. Menanggapi aspirasi tersebut, Juaini menyatakan pemerintah daerah memiliki perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Ia menyarankan agar mahasiswa menyampaikan usulan secara tertulis supaya dapat menjadi bahan pendukung ketika pemerintah daerah memperjuangkan kebutuhan petani kepada pemerintah pusat.

Dialog tersebut dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Lombok Timur. Pertemuan berlangsung singkat di depan gerbang kantor bupati, dengan pembahasan mencakup isu bantuan sosial hingga peluang penguatan ekonomi petani lokal.(red)

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru