Selametan Otak Reban Sambelia, Bupati Lotim Apresiasi Warga yang Menjaga Alam dan Sumber Air

- Penulis

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TIMUR – Tradisi Gawe Adat Selametan Otak Reban di Desa Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, menjadi momentum bagi masyarakat untuk mensyukuri ketersediaan air sekaligus menyampaikan kebutuhan pembangunan desa. Dalam kegiatan yang berlangsung Senin (19/10/2026), Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menekankan pentingnya menjaga lingkungan agar sumber daya alam tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kondisi sungai yang masih mengalir sepanjang tahun menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian Bupati. Saat menuju lokasi kegiatan, ia melihat langsung aliran air yang masih terjaga di tengah situasi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Lombok Timur.

Haerul Warisin menyampaikan bahwa hampir 11 kecamatan di daerah tersebut sedang menghadapi kekeringan. Sementara itu, Sambelia masih memiliki sumber air yang dapat menunjang kebutuhan warga, termasuk untuk aktivitas pertanian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, keberadaan sumber air tersebut harus disyukuri dengan menjaga lingkungan secara konsisten. Ia mengapresiasi masyarakat Sambelia yang dinilai memiliki kepedulian terhadap alam, terutama dengan menghindari tindakan perusakan lingkungan dan penebangan pohon secara liar.

Bupati mengingatkan bahwa kelestarian alam perlu menjadi tanggung jawab bersama. Menjaga lingkungan bukan hanya bermanfaat untuk mempertahankan ketersediaan air, tetapi juga mendukung keberlangsungan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam.

Di hadapan masyarakat, Haerul Warisin juga menegaskan pentingnya keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi. Ia mempersilakan warga dan para kepala desa menyampaikan persoalan yang dihadapi agar dapat menjadi bahan perhatian dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

Ia menekankan bahwa pemerintah hadir untuk melayani masyarakat. Karena itu, komunikasi antara pemerintah dan warga perlu terus diperkuat sehingga kebutuhan di lapangan dapat diketahui secara langsung.

Kepala Desa Sambelia sekaligus Ketua Adat, H. Moh. Kahar, menjelaskan bahwa Selametan Otak Reban memiliki makna penting bagi masyarakat, khususnya para petani. Tradisi tersebut menandai dimulainya persiapan pengelolaan lahan dan penebaran benih menjelang musim tanam padi.

Dalam kesempatan itu, Moh. Kahar menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, salah satunya mengenai kebutuhan peningkatan jalan usaha tani. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas pertanian warga.

Ia juga mengangkat potensi kawasan sungai di Sambelia yang selama ini berfungsi sebagai sumber pengairan sawah sekaligus destinasi wisata. Kawasan bantaran sungai tersebut telah menarik pengunjung dari wilayah Sambelia maupun daerah lain.

Keberadaan potensi pertanian dan pariwisata itu dinilai dapat mendukung perkembangan desa. Namun, pengelolaannya tetap perlu memperhatikan kelestarian lingkungan agar fungsi sungai sebagai sumber air tidak terganggu.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak yatim. Selain mempertahankan warisan budaya, pelaksanaan Selametan Otak Reban menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat kebersamaan, merawat lingkungan, dan menyampaikan harapan terhadap pembangunan Desa Sambelia.(red)

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru