​Unsur Masyarakat Riau Berkolaborasi Perkuat Diplomasi Budaya Melayu, Siapkan Festival Makanan dan Budaya Melayu Riau di Jakarta

- Penulis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

​Fokus peristiwa News.Com| JAKARTA

Unsur masyarakat Riau yang terdiri dari Majelis Kerapatan Adat ( MKA ) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Yayasan Melayu Nusantara (YMN), Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau, serta Ikatan Alumni Universitas Riau (IKA UNRI) Jabodetabek, menggelar rangkaian pertemuan strategis di Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (27/10).

​Pertemuan ini berfokus pada penguatan promosi dan pelestarian budaya Melayu Riau di kancah nasional maupun internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agenda utama yang dibahas meliputi proses pengusulan Tari Zapin sebagai warisan budaya takbenda dunia ke UNESCO, serta rencana penyelenggaraan Festival Makanan dan Budaya Melayu Riau di Jakarta pada bulan April 2027 mendatang.

​Dukungan Penuh Kementerian Kebudayaan RI
​Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Endah T.D Retnoastuti, menyambut sangat positif kedatangan delegasi masyarakat Riau.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam melestarikan kekayaan budaya di berbagai provinsi, khususnya budaya Melayu Riau.

Pihaknya menyatakan siap memberikan dukungan berupa fasilitasi dan promosi untuk menyukseskan kegiatan festival budaya dan gastronomi tersebut.

​Tokoh pimpinan LAM Riau, Yang Mulia Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf , menegaskan bahwa budaya Melayu tidak sekadar dikaitkan dengan suku atau etnis tertentu, melainkan mencerminkan sifat merendah yang senantiasa menjaga marwah.

​”Budaya Melayu Riau menjunjung tinggi nilai-nilai Islami, adat istiadat, kesantunan, dan kearifan lokal yang membentuk karakter serta tanggung jawab terhadap sesama, alam, dan Sang Maha Pencipta,” ujar Yang Mulia Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf.

​Nilai-nilai luhur tersebut dinilai sangat penting untuk dilestarikan, diwariskan kepada generasi penerus, serta diperkenalkan secara luas kepada masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.

​Potensi Kekayaan Budaya dan Rencana Festival 2027
​Ketua Umum BKOW Provinsi Riau, Hj. Adrias Hariyanto, memaparkan bahwa kekayaan budaya Melayu tidak hanya tercermin dari Tari Zapin yang memiliki ciri khas unik di setiap kabupaten di Provinsi Riau, tetapi juga mencakup ragam kuliner tradisional, songket, batik, dan warisan seni lainnya.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Pembina Yayasan Melayu Nusantara, Erizal Muluk, mengungkapkan komitmen dan kepedulian para tokoh perantauan untuk terus menjaga serta mempromosikan budaya Melayu.

​Sementara itu, Ketua IKA UNRI Jabodetabek, Agustaviano Sofjan, menyampaikan antusiasmenya atas dukungan yang diberikan oleh kementerian dan lembaga terkait.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat memajukan budaya Melayu Riau melalui perhelatan festival yang terencana dengan matang.

​Pengajuan Tari Zapin ke UNESCO
​Pada hari yang sama, delegasi unsur masyarakat Riau juga diterima dengan baik oleh Pimpinan Kementerian Luar Negeri RI, Direktur Ricky Eka Virgana Ichsan dan Direktur Ary Aprianto.

Dalam pertemuan tersebut, dijelaskan bahwa Tari Zapin saat ini sedang dalam proses pengajuan bersama oleh empat negara, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Pengajuan nominasi Tari Zapin sebagai warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) dunia ke UNESCO ditargetkan pada Maret 2027.

​Rencana penyelenggaraan Festival Makanan dan Budaya Melayu Riau pada April 2027 diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan kekayaan kuliner, seni pertunjukan, busana, serta tradisi Melayu Riau kepada khalayak luas. Ajang ini sekaligus menjadi sarana membuka ruang kolaborasi dengan komunitas budaya, pelaku usaha kuliner, organisasi masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya.

​Rangkaian pertemuan di Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri ini menegaskan bahwa pengenalan adat dan budaya bukan sekadar untuk mengejar pengakuan internasional dari UNESCO, melainkan upaya fundamental dalam merawat marwah dan melestarikan tradisi bagi generasi penerus bangsa.

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru