Wabup Edwin Hadiri Rakor GPIPS NTB, Kolaborasi Tiga Kabupaten Didorong Jaga Harga Pangan

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TENGAH – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Lombok Barat dan Sumbawa Barat memperkuat komitmen menjaga ketersediaan pangan melalui kesepakatan kerja sama antardaerah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi di Nusa Tenggara Barat (NTB), menyusul kenaikan inflasi tahunan yang mencapai 4,18 persen pada September 2026.

Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam rangkaian Rapat Koordinasi dan Seremoni Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) NTB, Rabu (21/10/2026), di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, hadir dalam kegiatan itu untuk mewakili Bupati. Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk menyelaraskan strategi pemenuhan kebutuhan pangan, memperkuat distribusi komoditas, serta mengoptimalkan potensi produksi di masing-masing wilayah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan mengusung tema “SIGAP PANGAN: Sinergi Penguatan dan Akselerasi Produksi-Hilirisasi Pangan NTB”, GPIPS diarahkan untuk membangun sistem pangan yang lebih tangguh. Upaya ini tidak hanya menyasar kestabilan harga di tingkat konsumen, tetapi juga mencakup peningkatan produksi dan pengolahan hasil pertanian.

Dalam arahan Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal yang disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, H. Lalu Moh. Faozal, sektor pertanian disebut memiliki posisi penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu, potensi yang dimiliki NTB perlu diperkuat dengan koordinasi lintas wilayah dan langkah antisipasi terhadap perubahan harga.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi NTB pada September 2026 tercatat sebesar 0,36 persen secara bulanan, 2,72 persen secara tahun kalender, dan 4,18 persen secara tahunan. Angka tahunan tersebut melampaui batas atas sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 persen dan lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 3,28 persen.

Tekanan harga di NTB meningkat dalam tiga bulan terakhir. Inflasi tahunan yang tercatat 3,01 persen pada Juli naik menjadi 4,03 persen pada Agustus, kemudian mencapai 4,18 persen pada September. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang utama kenaikan tersebut.

Menghadapi kondisi itu, pemerintah daerah didorong meningkatkan kemampuan mendeteksi gangguan pasokan sebelum berdampak pada harga pasar. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diminta memetakan wilayah yang mengalami surplus maupun kekurangan komoditas, terutama cabai rawit, daging ayam, telur, dan bawang merah.

Pemerintah juga memperkuat pemantauan harga berkala dan koordinasi dengan Perum Bulog serta para pelaku usaha. Kerja sama pasokan telur dengan Pemerintah Kota Bima menjadi salah satu langkah yang telah dilakukan Pemprov NTB untuk mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, menjelaskan bahwa GPIPS merupakan gerakan daerah yang mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Pelaksanaannya berfokus pada empat aspek, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Menurut Hario, pengendalian inflasi memerlukan pendekatan menyeluruh dan tidak cukup hanya mengandalkan intervensi harga di pasar. Peningkatan produktivitas di sektor pertanian serta percepatan hilirisasi diperlukan untuk memperkuat rantai pasok dan memastikan hasil produksi memberikan nilai tambah secara berkelanjutan.

Untuk menunjang upaya tersebut, Pemprov NTB menetapkan empat agenda prioritas, yakni memperkuat produksi dan pemanfaatan pangan lokal, mengembangkan pertanian yang adaptif terhadap cuaca, memperluas kerja sama antardaerah dan hilirisasi, serta mengintegrasikan tata kelola pengendalian inflasi di seluruh kabupaten/kota.

Pemprov NTB juga menegaskan bahwa penghargaan sebagai TPID Terbaik Ketiga Wilayah Nusa Tenggara–Papua perlu diiringi hasil nyata bagi masyarakat. Keberhasilan pengendalian inflasi bukan semata-mata diukur dari prestasi kelembagaan, melainkan dari terjaganya harga kebutuhan pokok dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri para kepala daerah se-NTB, perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI), serta Kepala BPS Provinsi NTB. Melalui kerja sama antardaerah dan koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap potensi pangan lokal dapat dimanfaatkan lebih optimal untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan di NTB.(red)

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan
Dari Solidaritas Menuju Pengabdian, URC KOTI MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Jumat, 6 November 2026 - 12:20 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi

Jumat, 6 November 2026 - 12:08 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 07:23 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, LPKA Tenggarong Gelar Bersih-Bersih Lingkungan

Berita Terbaru