Fokusperistiwanews.com – LOMBOK TIMUR – Upaya melindungi remaja dari perundungan membutuhkan kepedulian semua pihak, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga masyarakat. Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan pentingnya membangun ruang pergaulan yang sehat agar generasi muda dapat berkembang dengan kondisi mental yang baik dan karakter yang kuat.
Pesan tersebut disampaikan Edwin saat membuka Sosialisasi Mental Health Anti-Bullying dan Penguatan Karakter Remaja di Ruang Rapat Utama (Rupatama) 1 Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang diprakarsai Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Lombok Timur itu merupakan bagian dari peringatan Hari Santri ke-12 dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026. Pelaksanaannya turut melibatkan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lombok Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui tema “Sehat Mentalnya, Tolak Bullyingnya, Kuat Karakternya, Beradab Orangnya”, para pelajar didorong untuk memahami dampak perundungan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan mental diri sendiri maupun orang lain.
Edwin mengapresiasi peran Muslimat NU Lombok Timur dalam menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi semacam ini penting untuk membekali remaja dengan pemahaman yang dapat diterapkan dalam menghadapi persoalan sehari-hari.
Ia mengingatkan agar kegiatan sosialisasi tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan menghasilkan perubahan sikap dan perilaku di kalangan peserta. Nilai-nilai yang diperoleh diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan menghormati sesama.
“Langkah (seminar) ini sangat positif dan strategis bagi kita di Lombok Timur. Saya berharap ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial saja, tetapi materi yang disampaikan menjadi pelajaran bagi seluruh peserta yang hadir hari ini,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Edwin juga menyoroti tantangan yang dihadapi remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Penggunaan media sosial, perubahan pola interaksi, serta tekanan dalam dunia pendidikan dapat menjadi persoalan tersendiri apabila tidak diimbangi dengan pendampingan dan lingkungan yang mendukung.
Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan mental harus dibangun melalui komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Sekolah juga perlu menjadi tempat yang memberikan rasa aman sehingga pelajar tidak takut mengungkapkan masalah yang mereka alami.
Ia mengingatkan bahwa perlakuan buruk dari teman sebaya dapat memengaruhi kepercayaan diri anak. Karena itu, persoalan yang dialami remaja perlu didengarkan dan ditanggapi dengan kepedulian, bukan diabaikan.
“Jangan sampai anak kita ada yang memilih diam ketika ada masalah. Jangan sampai ada anak yang kehilangan percaya dirinya karena mendapat perlakuan buruk dari teman-temannya,” pesannya.
Edwin selanjutnya mengajak para pelajar untuk berani mencari dukungan ketika menghadapi kesulitan. Orang tua, guru, dan sahabat terdekat dapat menjadi tempat meminta pertolongan ketika seseorang membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan persoalannya.
Ia juga mendorong siswa agar tidak hanya menghindari tindakan perundungan, tetapi turut menciptakan lingkungan yang mendukung korban. Menurutnya, keberanian membela kebenaran perlu diwujudkan melalui sikap nyata, termasuk tidak ikut merendahkan orang lain dan bersedia membantu teman yang mengalami kesulitan.
“Meminta bantuan saat kesulitan bukanlah suatu bentuk kekalahan. Mari kita budayakan bergaul yang sehat. Jadilah generasi pembela kebenaran, jadilah teman yang saling menguatkan, bukan melemahkan,” tegasnya.
Selain menekankan persoalan kesehatan mental, Edwin mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Ia berharap para pelajar mampu menggunakan teknologi untuk memperluas wawasan dan mengembangkan kemampuan, sekaligus mempertimbangkan nilai moral sebelum bertindak.
Ia menginginkan generasi muda Lombok Timur tumbuh sebagai pribadi yang religius, berpengetahuan, dan memiliki karakter yang baik. Pembentukan kualitas tersebut diharapkan sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Lombok Timur.
Edwin berharap sosialisasi ini memberikan bekal bagi peserta untuk menghadapi tantangan pada masa mendatang. Ia juga menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat agar upaya pencegahan perundungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Komitmen Pelajar Anti-Bullying, kemudian penyampaian sejumlah materi kepada peserta.
Acara tersebut dihadiri Sekretaris Cabang NU, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Lombok Timur, Pimpinan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lombok Timur, serta perwakilan pelajar tingkat Madrasah Aliyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Timur.(red)














Komentar