Masyarakat Kuantan Singingi Desak Tindak Tegas Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Diduga Milik UJang ute dan di duga di bekingi oknum polri berpangkat di Area Perkebunan Sawit,Kapolres Kuansing di minta tindak tegas,jangan hanya pemberitaan pencitraan saja.

- Penulis

Sabtu, 7 November 2026 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fokus peristiwa News.Com| KUANTAN SINGINGI, RIAU – 3 November 2026

Keresahan warga di kawasan Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kian memuncak akibat semakin maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi secara bebas di sekitar area perkebunan sawit warga. Aktivitas ilegal yang terpantau berlangsung sengit sejak pertengahan Oktober ini diduga keras melibatkan penggunaan alat berat jenis ekskavator untuk pengerukan lahan secara masif.

Berdasarkan laporan dan dokumentasi lapangan yang dihimpun warga sejak 17 Oktober hingga 3 November 2026, kegiatan penambangan liar tersebut diperkuat dengan temuan sejumlah alat berat, penampungan bahan bakar (jeriken), berisi BBM yang akan digunakan untuk bahan bakar Pertambangan PETI dan pondok/tenda pekerja, serta pos pangkalan operasi di dalam kawasan perkebunan. Diduga kuat, kegiatan ini ditunggangi atau dimiliki oleh pihak/pemodal setempat berinisial UJANG UTI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivitas pengerukan tak berizin ini mendatangkan kekhawatiran mendalam bagi warga sekitar akibat dampak buruk yang ditimbulkannya:

Kerusakan Perkebunan & Lingkungan: Penggunaan alat berat merusak struktur tanah perkebunan sawit, memicu erosi, dan meninggalkan galian-galian tajam yang membahayakan.

Ancaman Pencemaran Air: Kegiatan penggalian dan pengolahan emas secara ilegal berpotensi menggunakan bahan kimia berbahaya (seperti merkuri) yang mengancam kebersihan aliran sungai dan sumber air bersih warga.

Potensi Bencana & Kerugian Sosial: Kerusakan alam berpotensi menimbulkan tanah longsor serta merusak mata pencaharian warga setempat yang bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.

Berikut adalah ancaman hukuman dan sanksi pidana bagi para pelaku, pekerja, hingga pemodal (penondal) tambang ilegal:

1. Sanksi Utama untuk Pelaku & Pemodal (UU Minerba) Berdasarkan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba):

“Setiap orang yang melakukan Pertambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).”

2. Sanksi Tambahan Terkait Kerusakan Lingkungan (UU PPLH)
Jika aktivitas PETI terbukti menimbulkan kerusakan lingkungan, pencemaran air/sungai, atau menggunakan bahan berbahaya (seperti merkuri/sianida), pelaku juga dapat dijerat UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH):

Pasal 98 ayat (1): Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara, air, atau kerusakan lingkungan hidup, dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Pasal 109: Melakukan usaha/kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, serta denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp3 miliar.

3. Sanksi Penadah & Pihak yang Menampung Hasil PETI pihak yang membeli, menampung, memproses, atau mengangkut hasil tambang emas ilegal juga dikenakan sanksi tegas berdasarkan Pasal 161 UU Minerba:

Dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).

4. Sanksi bagi Pemodal (Penondal) / Aktor Intelektual, Selain UU Minerba dan UU PPLH, pemodal atau penyokong dana dapat dijerat pasal penyertaan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP): Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP: Pihak yang menyuruh melakukan, menganjurkan, atau memberikan bantuan/dana dalam tindak pidana dihukum sebagai pelaku utama (turut serta).

UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU): Hasil kejahatan tambang ilegal yang dialirkan atau diinvestasikan kembali oleh pemodal dapat dijerat pasal TPPU untuk penyitaan aset.

Masyarakat setempat secara tegas meminta Aparat Penegak Hukum (APH), Satpol PP, serta instansi pemerintah daerah terkait untuk segera turun ke lokasi, melakukan penertiban, memproses hukum para pelaku dan pemodal (aktor intelektual), serta menyita seluruh alat berat yang digunakan. Tindakan tegas sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) sangat mendesak dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan dan ketertiban masyarakat di Kuantan Singingi.

(redakasi)

Follow WhatsApp Channel fokusperistiwanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Eksploitasi Anak Lewat Media Sosial, Keluarga di Lombok Timur Tempuh Jalur Hukum
Masyarakat Pematang Pudu Desak Pemerintah Segera Aspal Jalan dan Bangun saluran drainase , Jangan Abaikan Aspirasi Warga!
Sabtu Ceria Penuh Tawa, Peserta Magang dan LPKA Tenggarong Hadirkan Games Kebersamaan untuk Anak Binaan
Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, PDAM Lombok Timur Fokus Benahi Kualitas Pelayanan Masyarakat
Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!
Waspada Penipuan Berkedok Umrah, Haerul Fahmi Ungkap Ketimpangan Jumlah Travel Resmi
SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:35 WIB

Dugaan Eksploitasi Anak Lewat Media Sosial, Keluarga di Lombok Timur Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 7 November 2026 - 08:29 WIB

Masyarakat Kuantan Singingi Desak Tindak Tegas Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Diduga Milik UJang ute dan di duga di bekingi oknum polri berpangkat di Area Perkebunan Sawit,Kapolres Kuansing di minta tindak tegas,jangan hanya pemberitaan pencitraan saja.

Sabtu, 7 November 2026 - 08:06 WIB

Masyarakat Pematang Pudu Desak Pemerintah Segera Aspal Jalan dan Bangun saluran drainase , Jangan Abaikan Aspirasi Warga!

Sabtu, 7 November 2026 - 07:22 WIB

Sabtu Ceria Penuh Tawa, Peserta Magang dan LPKA Tenggarong Hadirkan Games Kebersamaan untuk Anak Binaan

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Konflik Kepentingan & Gaji Fiktif Terbongkar, MAUNG Riau Minta Kejati & Polda Riau Turun Menyelidiki!

Berita Terbaru